Banyak traveler Indonesia yang bermimpi mengunjungi Hallstatt di Austria karena keindahan danau dan desa klasiknya. Namun, tahukah kamu bahwa Belanda memiliki “saudara kembar” nama yang tak kalah mempesona bernama Hasselt? Hasselt bukanlah sekadar desa biasa, melainkan bagian dari jaringan Kota Hansa (Hanseatic Cities) yang legendaris.
Baca Juga: Sama seperti Kota Hansa yang mengandalkan jalur air, Giethoorn juga menggunakan kanal sebagai urat nadi transportasinya.
Artikel ini akan memandu kamu menjelajahi pesona sejarah 9 Kota Hansa di Belanda, mengungkap keunikan kota religi Hasselt, hingga memberikan panduan rute perjalanan darat menuju Hasselt Belgia dan Hallstatt di Austria bagi kamu yang sedang merencanakan Europe Road Trip.
Daftar Isi
- Daftar Isi
- Mengenal Sejarah Kota Hansa di Belanda
- Mengenal Sejarah Liga Hansa: Mengapa Disebut Kota Hansa?
- Ulasan Singkat 9 Kota Hansa Belanda
- Doesburg: Pub Tertua dan Museum Mustard
- Zutphen: Perpustakaan Kuno dan Surga Shopping
- Deventer: Kota Event dan Pesona Sungai Ijssel
- Hattem: Inspirasi Pelukis di Tepi Veluwe
- Zwolle: Kota Pelajar dengan Museum Modern
- Hasselt: Kota Religi di Belanda dan Belgia
- Kampen: Kejayaan Kapal Kargo dan Industri Cerutu
- Elburg: Mantan Kota Nelayan yang Sangat Menawan
- Harderwijk: Destinasi Kuliner Berkelas di Tepi Pantai
- Tips Traveling untuk Wisatawan Indonesia dan Muslimah
- Hubungan Hasselt dengan Hallstatt di Austria
- Pertanyaan yang Sering Diajukan Wisatawan (FAQ)
- Cuaca Belanda
- Penutup: Mengapa Kamu Harus Memasukkan Kota Hansa ke Daftar Liburan Selanjutnya?
Pesona Kota Hansa Belanda: Perjalanan dari Hasselt ke Hallstatt Austria
Kota Hasselt adalah salah satu kota di Kota Hansa, Belanda. Hasselt biasa di sebut tempat wisata religi atau pilgrimage place. Jika lanjut liburan Eropa, dari Hasselt Belanda, Belgia, ke Hallstatt Austria memakan waktu lebih kurang 10 jam.
Mengenal Sejarah Kota Hansa di Belanda
Pernah kah dengar nama Kota Hansa? Ada 9 unik kota-kota yang termasuk di dalam Kota Hansa atau Hanseatic Cities. Di ke-9 kota-kota ini terdapat banyak tempat bersejarah dan budaya.
Daftar 9 Kota Hansa (Hanseatic Cities)
Daftar berikut dibawah ini adalah, 9 nama kota-kota yang termasuk dalam Kota Hansa atau Hanseatic Cities:
- Doesburg
- Zutphen
- Deventer
- Hattem
- Zwolle
- Hasselt
- Kampen
- Elburg
- Dan Harderwijk
Jalan-jalan di pusat kota-kota tersebut sangat menyenangkan. Jalan-jalanannya bagaikan koridor gang yang sangat ramping, ditambah suara aliran air Sungai Ijssel, pohon-pohon hijau disekitar, dan rumah-rumah warga yang begitu tradisional. Semua ini membuat suasana semakin terasa di sebuah pedesaan nan asri. Uniknya, ke-9 kota-kota tersebut punya ciri-ciri yang kota lain tidak memilikinya.
Jika menginap di salah kota di Kota Hansa, tak terasa, waktu akan berlalu begitu cepat. Apa sih uniknya dari ke-9 kota-kota tersebut diatas? Pada era Hansa (Abad Pertengahan) kota Amsterdam hanyalah sebuah desa, sedangkan kota Hansa adalah kota yang paling kuat, berkuasa serta memiliki bangunan-bangunan indah.
Mengenal Sejarah Liga Hansa: Mengapa Disebut Kota Hansa?
Mungkin kamu bertanya-tanya, apa itu sebenarnya “Hansa”? Kata Hansa (atau Hanse) berasal dari bahasa Jerman kuno yang berarti “Grup”, “Kumpulan”, atau “Aliansi”.
Pada Abad Pertengahan (sekitar abad ke-12 hingga ke-15), para pedagang di Eropa Utara membentuk aliansi ekonomi yang sangat kuat bernama Liga Hanseatic. Tujuannya adalah untuk saling melindungi perdagangan mereka dari bajak laut dan persaingan tidak sehat, serta mengatur pajak.
Mengapa kota-kota ini begitu kaya?
Karena letaknya yang strategis di pinggir sungai besar seperti Sungai Ijssel, kota-kota ini menjadi “pintu masuk” barang-barang berharga seperti garam, ikan, gandum, kayu, hingga kain dari berbagai belahan dunia. Pada masa jayanya, kota-kota Hansa ini jauh lebih makmur dan berkuasa dibandingkan Amsterdam, yang saat itu masih berupa desa nelayan kecil. Itulah sebabnya, hingga saat ini kita masih bisa melihat bangunan-bangunan megah dan gudang-gudang raksasa di pusat kota mereka.
Setiap kali saya berdiri di pinggir Sungai Ijssel di Kampen dan Deventer, saya selalu membayangkan bagaimana sibuknya kapal-kapal kayu raksasa (Kogge) membawa barang dari Laut Baltik ratusan tahun lalu… .
Ulasan Singkat 9 Kota Hansa Belanda
Apa sih uniknya dari ke-9 kota-kota tersebut diatas?
Pada era Hansa (Abad Pertengahan) kota Amsterdam hanyalah sebuah desa, sedangkan kota Hansa adalah kota yang paling kuat, berkuasa serta memiliki bangunan-bangunan indah.
Sekilas tentang ulasan singkat dari ke-9 kota-kota yang ada di dalam Kota Hansa, yaitu:
Doesburg: Pub Tertua dan Museum Mustard
Restoran (Grand-café de Waag) terletak di Doesburg, adalah pub tertua di Belanda. Dan pub ini berasal dari masa era Hansa. Hingga kini, pub menjadi sebuah restoran yang bisa dikunjungi. Selain itu, Doesburg terkenal dengan rempah-rempah yang berasal dari biji tanaman sesawi atau mustard. Jika kamu ingin lebih mengenal tentang mustard, bisa mengunjungi Museum Mustard di pusat kota Doesburg.

Zutphen: Perpustakaan Kuno dan Surga Shopping
Di kota Zutphen, terdapat sebuah perpustakaan, dimana ia adalah Perpustakaan tertua di Belanda. Selain Roermond, kota Zutphen juga boleh dikatakan syurga buat para pecinta shopping. Bagi si pemburu barang-barang bermerek, ori, nah disini tempatnya. Toko dan butik-butik dikota ini sudah terkenal sejak Abad Pertengahan hingga kini.


Baca Juga: Jika kamu menyukai sejarah dan masih ingin berburu barang branded, kamu bisa mampir ke Lelystad. Di sana, Anda bisa belanja barang bermerek di Batavia Stad sekaligus melihat replika kapal VOC yang legendaris.
Deventer: Kota Event dan Pesona Sungai Ijssel
Kota terkenal dengan kota event. Hampir setiap bulan kota ini menyelenggarakan beragam acara. Acara Pasar Buku tahunan dan festival Dickens adalah momen yang paling ramai dan menarik perhatian banyak pengunjung.
Selain itu, uniknya, kota Deventer diapit oleh dua tepi Sungai Ijssel. Dimana Sungai Ijssel adalah sungai terbesar di Belanda.



Jika ingin menikmati keindahan panorama kota Deventer dengan Gereja Lebuinis serta dermaga Sungai Ijssel, maka berdirilah di koridor jembatan. Di kota ini terdapat sebuah jembatan penghubung dari Deventer Seberang menuju ke pusat kota tua Deventer. Selain jalan kaki, bisa juga menggunakan feri apabila mau ke Deventer Seberang dan balik lagi ke pusat kota tua. Di pusat kota Deventer terdapat sebuah de Waag tertua Belanda. De Waag maksudnya, sebuah gedung yang digunakan sebagai Museum Sejarah Kota.




Hattem: Inspirasi Pelukis di Tepi Veluwe
Kota Hattem berada di Veluwe dan di tepi Sungai Ijssel. Di Veluwe terdapat sebuah Taman Nasional Veluwezoom – hutan seluas 5.100 hektar. Taman Nasional ini adalah salah satu cagar alam terbesar di Belanda, sangat di lindungi. Di dalam Taman Nasional bisa melihat taman gundukan Skotlandia, babi hutan, musang, rusa merah dsb.

Selain kota Hattem yang fotogenik, kota telah menjadi sumber inspirasi bagi pelukis selama berabad-abad. Pada masa Abad Pertengahan Kota Hattem sangat berkembang. Makanya saat itu kota melindungi diri dan barang-barangnya sangat hati-hati. Di dalam kota ini masih ada sisa benteng kota yang terselamatkan, yaitu benteng Dijkpoort abad ke-14.


Zwolle: Kota Pelajar dengan Museum Modern
Selain Zwolle kota Hansa atau Hanseatic city, kota ini juga sering disebut kota pelajar. Dan landmark Museum de Fundatie adalah salah satu kebanggan kota Zwolle. Eksteriror museum begitu mempesona, sangat eye-catcher. Mata tak langsung berkedip jika melihat bangunan gedung dari luar. Secara teratur, museum ini menyelenggarakan pameran-pameran yang sedang uptodate dari kota Zwolle.

Selain itu, bagi kamu para pecinta bersampan dan bersepeda, kota Zwolle adalah tempat wisata yang tepat untuk melakukan kegiatan ini, terutama jika di musim panas.


Baca Juga: Kegiatan bersampan di Zwolle memang asyik, namun jika kamu ingin merasakan suasana kanal yang lebih klasik dengan cerita sejarah yang berbeda, jangan lewatkan juga pengalaman wisata perahu di Leiden yang sangat menawan.
Hasselt: Kota Religi di Belanda dan Belgia
Ada apa di kota Hasselt Belanda?
Kota Hasselt Belanda memiliki atmosfir keagamaan, berdasarkan atmosfir ini, maka kota biasa dipanggil kota religi atau pilgrimage place. Bagi kamu ingin melakukan jalan-kaki seperti peziarah tradisional, maka kota Hasselt adalah pilihan yang tepat untuk dikunjungi, karena kota punya rute ziarah.
Anna van der Breggen adalah pemenang Juara Olimpiade, ia lahir dan besar dikota Hasselt. Hingga kini, Anna van der Breggen masih berlatih untuk kompetisi di kota Hasselt.
Baca Juga: Setelah puas menelusuri ketenangan kota religi Hasselt, kamu hanya perlu berkendara sebentar untuk sampai ke destinasi paling populer di Belanda, yaitu Desa Tua Giethoorn yang tanpa jalan raya.
Lalu, ada apa pula di kota Hasselt Belgia?
Di propinsi Limburg negara Belgia, terletak kota Hasselt. Kota ini memiliki Taman Nasional Jepang atau Japanese Garden. Taman Jepang ini adalah Taman terbesar di Eropa.
Bagi pecinta negeri sakura, rasa Eropa, bisa singgah ke kota Hasselt Belgia, setelah perjalanan dari kota Hasselt Belanda.

Kampen: Kejayaan Kapal Kargo dan Industri Cerutu
Kota Kampen terletak dengan anggun di tepi Sungai Ijssel. Sejak Abad ke-13, kota ini sudah sangat makmur dan kuat. Kehidupan di sini selalu disibukkan dengan aktivitas nelayan, pengrajin, serta pedagang besar. Kampen adalah salah satu permata dalam daftar Kota Hansa yang hingga kini masih mempertahankan karakter aslinya.
Kamper Kogge: Kapal Kargo Raksasa Abad Pertengahan
Salah satu ikon kebanggaan kota ini adalah Kamper Kogge. Kapal kargo bernama Zwarte Dame asal Kampen merupakan rekonstruksi dari kapal tertua di Belanda. Terbuat dari kayu oak yang kokoh, kapal ini mampu mengangkut kargo antara 60-80 ton.
Antara tahun 1200 dan 1500, ratusan kapal sejenis berlayar di rute perdagangan Laut Baltik dan Eropa Utara. Kapal-kapal inilah yang menjadi nadi penting bagi anggota Liga Hanseatic. Sejak tahun 1994, wisatawan bisa merasakan pengalaman berlayar ala Abad Pertengahan dengan kapal yang telah direkonstruksi ini. Sangat nyaman dan memberikan perspektif sejarah yang luar biasa!
Tradisi Pembuatan Cerutu De Olifant
Selain maritim, Kampen sangat terkenal dengan industri cerutunya. Hingga saat ini, Pabrik Cerutu De Olifant di Kampen masih aktif dan memproduksi sekitar 80.000 cerutu setiap minggunya. Bau tembakau yang khas dan bangunan pabrik tua memberikan atmosfer yang sangat unik bagi pengunjung yang berjalan-jalan di pusat kota.
Elburg: Mantan Kota Nelayan yang Sangat Menawan
Meskipun Elburg tergolong kota kecil, namun pesonanya luar biasa. Saat saya berkunjung ke sini, saya langsung jatuh cinta dengan suasana kota tua yang sangat tenang. Berbeda dengan kota-kota besar di Belanda yang penuh sesak, di Elburg saya merasa benar-benar bisa menikmati setiap sudut kota dengan damai. Lorong-lorong rumahnya begitu cantik dan penduduk lokalnya pun sangat ramah kepada pengunjung.
Tata Kota Unik yang Mustahil Membuat Anda Tersesat
Satu hal yang unik dari Elburg adalah tata kotanya. Sebagai mantan kota nelayan di Abad Pertengahan, Elburg dirancang dengan pola kotak yang sangat rapi. Bentuknya hampir persegi sempurna dengan jalan-jalan yang lurus. Karena keteraturan ini, hampir tidak mungkin bagi Anda untuk tersesat di dalam pusat kota tuanya.
Aura Desa Nelayan dan Tradisi Ikan Belut
Walaupun sekarang Elburg tidak lagi berada tepat di bibir laut (akibat reklamasi besar-besaran di masa lalu), aura “Desa Nelayan” masih sangat kental terasa. Salah satu buktinya adalah keberadaan rumah asap ikan belut (Palingrokerij) yang masih berdiri di tengah kota. Aroma khas ikan asap ini seolah membawa kita kembali ke masa kejayaan maritim Belanda.
Usaha Keluarga Deetman: Warisan Abad ke-18
Elburg juga menyimpan sejarah industri rumahan yang luar biasa. Keluarga Deetman, misalnya, memiliki usaha sebagai pemasok tali untuk keperluan para petani dan pelaut yang sudah ada sejak awal abad ke-18. Luar biasanya, proses pembuatan produk tali mereka hampir tidak berubah selama berabad-abad. Usaha ini terus maju dan pesat, menjadi bukti nyata betapa warga Elburg sangat menjaga tradisi leluhur mereka.
Baca Juga: Jika kamu menyukai kerapihan tata kota Elburg dan sejarah nelayannya, kamu pasti juga akan menikmati suasana di Desa Tua Giethoorn yang sama-sama kental dengan suasana air, namun memiliki karakteristik rumah yang berbeda.
Bagi teman-teman traveler Muslimah yang mencari tempat foto OOTD tanpa harus mengantre atau terganggu kerumunan orang, Elburg adalah jawabannya. Setiap sudut lorongnya sangat Instagrammable dan tenang.
Harderwijk: Destinasi Kuliner Berkelas di Tepi Pantai
Bagi para pecinta wisata kuliner yang mengutamakan kualitas rasa dan pelayanan kelas atas, Harderwijk adalah kota yang tepat! Aku yakin, setelah meninggalkan kota ini, kamu akan mengatakan “I love Harderwijk”. Kota yang termasuk dalam daftar Kota Hansa ini menawarkan perpaduan unik antara sejarah maritim dan modernitas kuliner.
Restoran Bintang Michelin dan Pilihan Kuliner Beragam
Harderwijk sangat terkenal di Belanda sebagai pusat kuliner. Di sini terdapat banyak restoran dan kafe berkualitas tinggi. Bahkan, Harderwijk bangga memiliki restoran yang telah mendapatkan penghargaan bergengsi Bintang dari Michelin (seperti restoran ‘t Nonnetje dan Basiliek). Namun, jangan khawatir jika kamu mencari pilihan yang lebih santai; kota ini juga menyediakan banyak kafe dan restoran sesuai selera dan budget kamu.
Menikmati Suasana Alun-Alun dan Pemandangan Pantai
Ingin menikmati kuliner di restoran-restoran yang terletak di alun-alun kota yang estetik? Di Harderwijk, Anda bisa bersantap sambil dimanja dengan semilir angin segar dari arah pantai. Kabar baiknya, restoran-restoran di pusat kota Harderwijk ini buka sepanjang musim, baik di musim dingin maupun musim panas, sehingga kamu bisa berkunjung kapan saja.
Menelusuri Lorong Sejarah di Pusat Kota Tua
Selain memanjakan lidah, pusat kota tua Harderwijk juga menawarkan banyak bangunan indah yang mempesona dari masa lalu. Gedung-gedung tua yang penuh budaya dan sejarah berdiri kokoh di sepanjang jalan. Saya sangat menyarankan kamu untuk meluangkan waktu menelusuri lorong-lorong kota satu per satu dan mengunjungi museum-museumnya untuk memahami betapa pentingnya peran kota ini di masa kejayaan Liga Hansa.
Baca Juga: Untuk berpindah antar satu Kota Hansa ke kota lainnya dengan kereta api atau bus, kamu wajib memiliki alat bayar yang praktis. Pastikan kamu sudah memahami cara menggunakan Kartu OV sebagai alat bayar angkutan umum di Belanda agar perjalanan lebih lancar.
Tips Traveling untuk Wisatawan Indonesia dan Muslimah
Sebagai orang Indonesia yang sudah lama menetap di Belanda, berikut beberapa tips agar perjalanan kamu nyaman:
- Transportasi: Gunakan kereta api (NS) untuk berpindah antar Kota Hansa. Kota-kota ini sangat dekat satu sama lain di area Belanda Timur.
- Makanan Halal: Di kota-kota besar seperti Zwolle atau Deventer, kamu bisa dengan mudah menemukan restoran Turki atau Maroko yang menyediakan menu halal. Untuk di kota kecil seperti Elburg, fokuslah pada menu seafood atau vegetarian.
- Waktu Shalat: Unduh aplikasi jadwal shalat karena waktu shalat di Belanda berubah drastis antar musim. Di musim panas, waktu Maghrib bisa mencapai jam 10 malam.
- Pakaian: Selalu bawa jaket penahan angin (windbreaker) meskipun musim panas, karena angin di tepi Sungai Ijssel cukup kencang.
Hubungan Hasselt dengan Hallstatt di Austria
Terus, apa hubungannya dengan kota Hallstatt di Austria? Tidak ada hubungan sejarah khusus. Hanya karena nama kota hampir sama, siapa tau, bagi penggemar negeri kincir angin, bisa mengunjungi kota Hasselt di Belanda, kemudian melanjutkan perjalanan ke kota Hasselt Belgia, dan destinasi terakhir berhenti di kota Hallstatt di Austria. Perjalanan dari Hasselt Belgia ke Hallstatt Austria memakan waktu lebih kurang 10 jam dengan kendaraan darat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Wisatawan (FAQ)
Apakah Kota-Kota Hansa di Belanda ramah untuk kursi roda atau stroller?
Karena ini adalah kota-kota tua bersejarah, sebagian besar jalanan di pusat kota menggunakan batu kerikil asli dari masa lalu (cobblestones). Meskipun tetap bisa dilalui, permukaannya tidak rata sehingga mungkin akan terasa sedikit berguncang untuk pengguna kursi roda atau orang tua yang membawa kereta bayi (stroller). Saya sarankan menggunakan roda yang agak besar agar lebih nyaman.
Kota Hansa mana yang paling cocok dikunjungi jika waktu liburan terbatas?
Jika kamu hanya punya waktu satu hari, saya sangat merekomendasikan Deventer atau Zwolle. Kedua kota ini memiliki akses kereta api (NS) yang sangat mudah dan cepat dari Amsterdam atau Utrecht. Pilihan wisatanya pun sangat lengkap, mulai dari museum, sejarah, hingga tempat belanja yang modern namun tetap klasik.
Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Kota Hansa di Belanda?
Waktu terbaik adalah saat Musim Semi (April-Mei) dan Musim Panas (Juni-Agustus). Pada periode ini, cuaca sangat mendukung untuk berjalan kaki menelusuri lorong-lorong sempit, menikmati tur kapal di Sungai Ijssel, atau sekadar duduk santai di teras kafe menikmati suasana vibe Abad Pertengahan yang asri.
Cuaca Belanda
Saat berlibur di Belanda, ada satu hal yang harus selalu kamu siapkan: ketidakpastian cuaca. Belanda memiliki iklim maritim yang cenderung basah dan sangat mudah berubah-ubah. Satu menit langit bisa cerah, tapi menit berikutnya gerimis bisa turun tiba-tiba. Jadi, jangan pernah percaya sepenuhnya pada ramalan cuaca. Saran terbaik dariku: selalu bawa jaket atau payung kecil, tidak peduli secerah apa pun cuacanya saat kamu keluar dari penginapan. Ini adalah cara sederhana untuk membuat perjalananmu tetap nyaman dan tanpa drama bisa klik di Ramalan cuaca di Belanda hari ini.
Penutup: Mengapa Kamu Harus Memasukkan Kota Hansa ke Daftar Liburan Selanjutnya?
Menjelajahi 9 Kota Hansa di Belanda memberikan perspektif yang berbeda tentang Negeri Kincir Angin. Di sini, kita tidak hanya melihat kanal dan kincir, tetapi merasakan langsung sisa-sisa kejayaan ekonomi Eropa Abad Pertengahan yang masih terjaga dengan sangat rapi.
Sebagai seseorang yang sudah tinggal di Belanda selama lebih dari 20 tahun dan sering melakukan survei langsung ke berbagai pelosok negeri ini, saya bisa katakan bahwa jalur Hansa adalah jalur “Belanda yang asli”. Ketenangan di Elburg, sejarah maritim di Kampen, hingga kemewahan kuliner di Harderwijk adalah kombinasi sempurna untuk perjalanan yang tak terlupakan.
Jika kamu berencana melanjutkan perjalanan hingga ke Hallstatt, Austria, jangan lupa bahwa setiap langkah dimulai dari rute yang tepat. Semoga panduan ini membantu kamu menyusun rencana perjalanan impian di Eropa.
Apakah artikel ini bermanfaat untuk rencana liburan Anda?
Jika kamu merasa tulisan ini membantu, jangan ragu untuk membagikannya (share) ke teman-teman traveler, grup WhatsApp, atau media sosial Anda. Satu share dari kamu sangat berarti untuk mendukung blog ini terus memberikan informasi wisata Belanda yang jujur dan mendalam.
Sampai jumpa di Belanda!
Hai👋 aku Elly, Penulis di balik blog ini. Berbekal 20 tahun hidup di Belanda, aku adalah Belanda-Specialist yang paham betul seluk-beluk hingga blusukan di Negeri Kincir Angin. Aku siap membantumu menikmati perjalanan autentik tanpa drama. Selain menulis, aku aktif sebagai tour leader di Belanda. Yuk, kenalan lebih jauh atau tanya-tanya seputar rencana liburanmu di Negeri Kincir Angin.


Leave a Comments