Perjalanan Kereta India ke Nepal: Panduan Lengkap Lintas Batas Darat
Hai, teman-teman pembaca! Aku sering ditanya, “Kenapa sih jauh-jauh dari Schiphol, Amsterdam, malah memilih jalur darat yang ribet untuk ke Nepal?” Jawabannya sederhana: petualangan sejati ada di perjalanan, bukan hanya tujuan. Kali ini, aku mau ajak kamu menelusuri rute yang jarang dipilih turis: melintasi India dengan kereta api, hingga akhirnya menembus perbatasan menuju Nepal.
Ini adalah kisah tentang kontras—antara hiruk pikuk kota India yang intens dengan kedamaian yang mendalam di balik lembah Kathmandu. Bersiaplah, karena perjalanan ini penuh drama, tetapi juga menawarkan ketenangan yang mungkin kamu butuhkan, lho.
Persiapan & Vaksinasi Traveler: Protokol GGD dan Jejak Sejarah India
Sebelum menginjakkan kaki di Nepal, aku menghabiskan waktu di India. Kontras yang kurasakan sangat luar biasa.
Jejak Fatehpur Sikri: Mengunci Kisah Lama
Aku ingat saat mengunjungi Fatehpur Sikri, kota batu pasir merah yang ditinggalkan Kaisar Akbar. Kemegahan arsitektur Mughal yang masif di sana benar-benar membuatku tercengang.
Kamu bisa baca kisah lengkap dan melihat video Shah Rukh Khan di sini:
Baca Juga: Petualangan Saya di Fatehpur Sikri: Menyaksikan Keindahan Masjid Jama & Lokasi Syuting Film Pardes
Protokol Vaksinasi GGD: Amankan Diri Sebelum Berangkat
Sebagai warga yang tinggal di Belanda, aku selalu memastikan semua vaksinasi telah diperbarui sebelum traveling ke Asia Selatan. Aku selalu membuat janji dengan GGD (Geneeskundige en Gezondheidsdiensten) di kotaku untuk konsultasi. Aku pernah menulis tentang pentingnya vaksinasi DTP, kamu bisa cek infonya di sini:
Baca Juga: Pentingnya vaksin buat para traveller
Informasi Umum Reizen & Vaccinaties (Perjalanan dan Vaksinasi):
Dibawah tertera laman utama GGD Reizen yang membahas nasihat umum dan layanan vaksinasi.
Sumber: https://www.ggdreizen.nl/
Panduan Lintas Batas: Kereta Gorakhpur, Durasi, dan Drama Visa Darat
Perjalanan Kereta Gorakhpur: Berapa Jam Menuju Perbatasan?
Perjalanan ini membutuhkan kesabaran ekstra. Dari stasiun India terakhir yang strategis, Gorakhpur, perjalanan kereta api menuju perbatasan biasanya memakan waktu sekitar 5 hingga 7 jam.
Drama Visa dan Bus Malam Sunauli (Durasi 9-12 Jam)
Setelah itu, perjuangan dilanjutkan dengan bus dari perbatasan Sunauli menuju Kathmandu. Karena jalanan berkelok-kelok dan menanjak, perjalanan bus ini sangat panjang, diperkirakan memakan waktu antara 9 hingga 12 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan bus.
Bus kami berhenti larut malam di pos perbatasan Sunauli. Di tengah kegelapan, semua penumpang diminta menyerahkan paspor. Aku ingat betul melihat stempel visa India terakhir di pasporku sebelum diserahkan kepada pengurus pos di sana.
Untungnya, aku sudah mengurus visa Nepal sebelumnya. Prosesnya ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Aku pernah berbagi tipsnya di sini:
Baca Juga: Oala, Gampang Rupanya Mengurus Visa Nepal
Ketenangan Kathmandu: Mengapa Nepal Lebih Nyaman dari India?
Begitu melintasi Sunauli, perasaan berbeda langsung kurasakan. Meskipun wajah orang-orangnya mirip India, Nepal terasa lebih nyaman, kurang sibuk, dan lebih tenang. Rasa kedamaian batin yang kucari mulai kudapatkan di sini.
Durbar Square, Stupa, dan Pashupatinath: Tiga Ikon Spiritual Kathmandu
Makna Ikon: Ulasan Singkat Tiga Situs Utama
Kathmandu adalah rumah bagi situs-situs bersejarah dan keagamaan yang luar biasa:
Durbar Square: Ini adalah kompleks istana tua yang menjadi pusat sejarah dan budaya di Kathmandu. Di sana, kamu bisa melihat arsitektur kuno Newar, kuil-kuil bertingkat, dan kehidupan lokal yang aktif.
Stupa Besar (Swayambhunath/Boudhanath): Aku mengunjungi stupa besar yang menjadi pusat peribadatan utama umat Buddha di Nepal. Stupa ini ikonik dengan lukisan mata Buddha yang melambangkan kesadaran kosmis. Tempat ini selalu ramai dengan peziarah yang memutar roda doa (prayer wheel).
Pashupatinath Temple: Ini adalah kuil Hindu yang paling suci di Nepal, didedikasikan untuk Dewa Siwa. Kuil ini terkenal karena berada di tepi Sungai Bagmati, tempat dilakukannya upacara kremasi jenazah secara terbuka—sebuah pengalaman spiritual yang unik dan mendalam.
Safari Alam: Hotel Gaya Bungalow & Big Five di Chitwan National Park
Mencari Ketenangan di Hotel Gaya Bungalow Dekat Park
Aku dan rombongan mengunjungi Chitwan National Park, sebuah kontras total dari kuil kota. Hutannya hijau dan lebat. Kami didampingi pemandu lokal yang ahli.
Petualangan Safari: Melihat Big Five Nepal dari Dekat
Kami melakukan safari dan berhasil melihat Badak Bercula Satu dan hewan-hewan liar lain yang merupakan bagian dari “Big Five” Nepal (meskipun hanya dari jauh). Aku juga melihat penduduk lokal memandikan gajah di sungai, sebuah pemandangan yang menunjukkan kedekatan mereka dengan alam.
Kenangan Nyaman di Hotel Gaya Bungalow
Aku lupa nama hotelnya, tetapi aku ingat betul betapa nyamannya hotel itu. Gaya arsitekturnya mirip bungalow atau lodge tradisional, dengan suasana yang tenang dan berada di dekat taman/pinggiran hutan. Akomodasi semacam ini sangat khas di dekat Chitwan (seperti di Sauraha), menawarkan kesan menyatu dengan alam setelah seharian safari.
Tips Muslimah Traveler: Halal Food, Adat, dan Ketenangan Batin (Yaa Salaam)
Panduan Halal Food dan Makna Dzikir Yaa Salaam
Meskipun aku tidak ke restoran Halal spesifik, aku tetap bisa makan Halal selama di Nepal dan India dengan memilih makanan vegetarian atau mencari tempat yang menjamin kehalalan.
Di tengah perjalanan, aku menyarankan kamu untuk memperbanyak dzikir يا سَلَامُ (Yaa Salaam), yang artinya Wahai Yang Maha Pemberi Kesejahteraan dan Keselamatan. Zikir ini sangat bagus untuk traveling karena memohon perlindungan dari segala bahaya dan meminta agar hati selalu diberi ketenangan (salvation).
Memahami Nepal yang Konservatif: Pentingnya Menghargai Adat
Nepal adalah negara yang konservatif.
Konservatif di sini berarti masyarakatnya sangat memegang teguh nilai-nilai tradisional, adat, dan keagamaan serta menjunjung tinggi kesopanan.
Karena Nepal sangat menghargai adat dan agama:
Hargai Adat: Ini sangat penting. Artinya, kamu harus berpakaian sopan (terutama saat mengunjungi kuil dan stupa), melepas alas kaki saat masuk tempat ibadah, dan tidak menunjukkan kemesraan di depan umum. Sikap menghormati ini akan membuat perjalanan kamu lebih lancar dan berkesan.
Penutup: Kembali dengan Semangat Baru
Pelajaran Berharga dari Perjalanan
Perjalanan darat epik dari India ke Nepal, berakhir kembali di Schiphol, mengajarkan aku bahwa meskipun perjalanan terasa panjang dan penuh drama (seperti drama perbatasan), selalu ada kedamaian dan ketenangan menunggu di ujung jalan. Ini adalah bekal terbaik untuk kembali menghadapi hiruk pikuk hidup.
Yuk, Bagikan Kisah dan Tips Perjalanan Daratmu di Kolom Komentar!
Apakah kamu tertantang untuk mengambil rute perjalanan darat India ke Nepal ini? Atau, jika kamu pernah ke sana, apa momen “kedamaian batin” terbaik yang kamu temukan di sana? Bagikan ceritamu di kolom komentar di bawah!





Leave a Comments