CATATAN HIDUP & PERJALANAN DI BELANDA

Pengalaman hidup sebagai expat, tips sehari-hari, serta panduan wisata halal di Belanda dan sekitarnya

Elly Afriani, Dutch Specialist, berdiri tersenyum di depan jembatan kabel Rheinkniebrücke yang megah di Düsseldorf, Jerman, dengan latar belakang sungai Rhine yang biru.

1 Hari Jalan-Jalan ke Dusseldorf Jerman: Pesona Menara Rheinturm

Dalam perjalanan singkat kali ini, aku merangkum 5 destinasi ikonik yang wajib kamu kunjungi di Dusseldorf, Jerman: Menara Rheinturm (Ikon tertinggi yang megah), Königsallee (Surga belanja barang bermerek), Schadowstrasse (Kawasan retail populer), Altstadt (Pesona kota tua yang klasik) dan Christmas Markets (Tradisi musim dingin yang magis).

Halo teman-teman travelers! Masih ingat dengan catatan perjalanan aku tahun 2022 lalu? Saat itu aku begitu terpukau dengan kemegahan Dusseldorf. Nah, di tahun 2026 ini, aku kembali merangkum pengalaman tersebut dengan informasi yang lebih segar dan lengkap. Dusseldorf bukan sekadar kota bisnis di Jerman, tapi kota dengan ‘nyawa’ yang indah di tepian Sungai Rhine. Mari kita intip kembali ikon kebanggaannya: Menara Rheinturm.

Dusseldorf di musim panas selalu punya daya tarik tersendiri. Matahari yang bersinar terang hingga malam hari membuat waktu jelajah terasa lebih panjang. Artikel ini adalah catatan perjalanan kisah nyata aku saat menghabiskan waktu satu hari di kota mode Jerman ini. Meskipun tulisan ini pertama kali aku buat di tahun 2022, namun di tahun 2026 ini aku perbarui kembali dengan informasi fasilitas terbaru agar tetap relevan untuk teman-teman semua.

Elly Afriani berdiri tersenyum di dermaga tepi Sungai Rhine, Dusseldorf, Jerman, saat hari cerah musim panas.

Daftar Isi

Memulai Petualangan: Mengapa Dusseldorf?

Jika musim panas tiba, aku dan suami biasanya paling tidak betah diam di rumah. Kami selalu berusaha menghabiskan waktu di luar untuk menjemput sinar matahari. Perjalanan kali ini dimulai dari rumah kami di Millingen aan de Rijn, Belanda. Kami berkendara menuju Maastricht untuk menjemput keluarga suami, lalu bersama-sama menuju kota mode Jerman: Dusseldorf.

Perjalanan dari perbatasan Belanda ke Dusseldorf ini sangat singkat, hanya memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Mengapa aku sangat merekomendasikan Dusseldorf?

Perjalanan dari Maastricht ke Dusseldorf ini terasa sangat singkat karena suasana di dalam mobil yang luar biasa seru. Seperti tradisi keluarga di Eropa, Ibu Mertua aku selalu sigap menyiapkan perbekalan. Beliau menyiapkan makanan kecil untuk sesekali kami duduk di taman sambil ‘piknik-ria’ atau sekadar camilan selama di jalan.

Foto keluarga Elly Afriani bersama suami mengenakan pakaian musim panas yang kasual dan santai di Düsseldorf, Jerman

Obrolan semakin seru kalau semua kakak dan adik ipar sudah berkumpul. Kami menghidupkan musik di dalam mobil dan menyanyi bersama sepanjang jalan. Yang paling asyik, gaya kami benar-benar santai: aku hanya pakai sandal jepit dan suami pakai celana pendek. Musim panas benar-benar terasa indah dan merdeka.

Elly Afriani duduk santai di bangku pusat kota Düsseldorf, Jerman, menikmati matahari musim panas sambil menunggu saudara yang sedang belanja

Sejarah Singkat & Daya Tarik:
Dusseldorf adalah ibu kota negara bagian Nordrhein-Westfalen. Kota ini hancur cukup parah saat Perang Dunia II, namun berhasil bangkit menjadi pusat ekonomi, mode, dan seni yang modern. Nama “Dusseldorf” sendiri berasal dari sungai kecil bernama Dussel yang mengalir ke sungai Rhine.

Alasan terbaik mengunjungi kota ini adalah perpaduannya: Kamu bisa menikmati kemewahan belanja di Königsallee, namun dalam sekejap bisa merasakan ketenangan angin sepoi-sepoi di tepi Sungai Rhine.
Bagi pelancong Muslim, Dusseldorf adalah surga karena banyak deretan restoran seafood dan kuliner Asia yang ramah halal di sepanjang dermaga.

Persiapan Penting: Stiker Lingkungan (Umweltzone)

Oh ya, ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan sebelum roda mobil menyentuh aspal Jerman. Kami harus mencari loket untuk membeli Umweltplakette atau stiker lingkungan berwarna hijau (Milieu Sticker).
Di Jerman, banyak pusat kota yang menetapkan zona ramah lingkungan. Tanpa stiker ini yang ditempel di kaca depan mobil, kita bisa kena denda yang lumayan besar. Jadi, sebelum berangkat, pastikan stiker ini sudah terpasang rapi agar liburan tetap tenang tanpa bayang-bayang denda. Berikut informasinya;

  • Nama Resmi: Umweltplakette (Stiker Lingkungan).
  • Harganya: Sekitar €5 hingga €20. Kalau beli langsung di bengkel resmi atau kantor pemerintah di Jerman (seperti TÜV atau DEKRA), harganya biasanya paling murah (sekitar €5 – €7). Kalau beli online atau lewat pihak ketiga (seperti ANWB di Belanda), bisa mencapai €15 – €20.
  • Syaratnya: Harus menunjukkan Kentekenbewijs (STNK/Buku kendaraan) dan Groene Kaart (kartu asuransi hijau). Petugas perlu melihat nomor rangka dan jenis emisi kendaraan untuk menentukan apakah mobil layak dapat stiker hijau (Euro 4 ke atas).
  • Lokasi Beli: Bisa dicari di bengkel bertanda TÜV NORD, TÜV SÜD, DEKRA, atau bengkel besar seperti ATU.

Jangan lupa bawa Kentekenbewijs (STNK) dan Groene Kaart mobil kamu. Petugas akan mencatat data emisi kendaraan sebelum memberikan stiker hijau ini. Harganya cukup terjangkau, sekitar €5 hingga €10 jika kamu membelinya langsung di bengkel resmi seperti TÜV atau DEKRA di perbatasan Jerman.

Baca Juga: Panduwan Sewa Bus Eropa

Menara Rheinturm: Ikon Tertinggi dan Simbol Dusseldorf

Bangunan beton menara telekomunikasi yang mencapai 240,5 meter ini merupakan gedung tertinggi di Düsseldorf dan masuk dalam daftar menara tertinggi di Jerman (urutan ke-10 secara nasional). Menara Rheinturm resmi berdiri sejak tahun 1981 dan terletak tepat di pinggir Sungai Rhine.

Salah satu keunikan yang membuat aku kagum adalah Lichtzeitpegel (jam waktu cahaya) yang terpasang di batang menaranya. Ini adalah jam desimal terbesar di dunia. Sayangnya, saat kunjungan terakhir, aku tidak sempat masuk ke dalam liftnya karena antrean yang cukup panjang. Namun, jangan salah, area di sekitar menara ini justru adalah spot foto terbaik.

Saya sengaja menunggu di area jembatan Rheinkniebrücke sampai sore hari. Mengapa? Karena aku ingin menangkap momen Golden Hour. Berdiri di depan jembatan dengan latar belakang menara saat matahari terbenam memberikan hasil foto yang sangat dramatis dan cantik. Jika kamu berencana ke sini, bersabarlah menunggu senja, karena pemandangannya sungguh sebanding.

Bicara soal menara, ingatan saya langsung melayang ke Belanda. Jika di Rotterdam kita punya Menara Euromast setinggi 112 meter yang ikonik, Dusseldorf punya Rheinturm yang jauh lebih menjulang.

Menurut perasaan aku, suasana antara kota di Belanda dan Jerman sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda, apalagi saat musim panas di mana semua orang keluar rumah. Namun, ada sensasi berbeda yang saya rasakan: ada rasa ‘benar-benar liburan luar negeri’ karena bahasa yang digunakan sudah berubah jadi bahasa Jerman atau Inggris. Perbedaan bahasa inilah yang menciptakan atmosfer petualangan yang lebih kental, meskipun jaraknya hanya selemparan batu dari rumah aku di Millingen aan de Rijn.

Baca Juga: 1 HARI | Taman Mini Belanda Indah

Pemandangan jembatan kabel Rheinkniebrücke yang megah membentang di atas Sungai Rhine, Dusseldorf, dilihat dari kejauhan

Update Harga Tiket dan Jam Buka 2026

Bagi teman-teman yang ingin merasakan sensasi naik ke atas (tidak seperti saya yang hanya di bawah), berikut adalah informasi terbaru tahun 2026:

  • Harga Tiket: Sekitar €10,00 – €12,50 untuk dewasa.
  • Jam Operasional: Umumnya buka pukul 10.00 hingga 23.00 (akhir pekan bisa sampai tengah malam).
  • Link Resmi: Untuk cek harga promo atau jam operasional terbaru, silakan kunjung Rheinturm Düsseldorf Official.

Tips Pinter: Beli tiket secara online di situs resmi untuk menghindari antrean panjang saat high season musim panas. Biasanya tiket online juga memberikan slot waktu pasti, jadi kamu tidak perlu berdiri lama di bawah terik matahari.

Itinerary 1 Hari: Selain Rheinturm, Ke Mana Lagi?

  1. MediaHarbour (MedienHafen): Gedung-gedung dengan arsitektur aneh yang sangat instagrammable.
  2. Rheinuferpromenade: Jalan santai di tepi sungai sambil melihat kapal melintas.
  3. Altstadt (Kota Tua): Tempat yang asyik untuk duduk-duduk di sore hari.
Elly Afriani sedang jalan santai menikmati suasana pedestrian di pusat kota Düsseldorf, Jerman, saat musim panas
Elly Afriani berpose di kawasan pedestrian Schadowstrasse, Dusseldorf, Jerman, salah satu pusat perbelanjaan terpopuler di kota ini

Surga Belanja: Königsallee dan Schadowstrasse

Dusseldorf sering dijuluki sebagai “Paris di tepi sungai Rhine” karena kemewahannya. Jika kamu pecinta barang bermerek, dua tempat ini adalah wajib:

  1. Königsallee (Kö): Bestie, kamu mungkin tidak akan mau pulang kalau sudah sampai di sini. Ini adalah kawasan belanja paling mewah di Jerman. Di sini berderet butik kelas dunia seperti Gucci, Prada, dan Chanel. Jalannya dipisahkan oleh kanal air yang indah, sangat cocok untuk foto-foto cantik.
  2. Schadowstrasse: Jika Königsallee terlalu mewah, Schadowstrasse adalah pilihan tepat untuk belanja retail populer. Tempat ini tidak kalah seru dengan Roermond di Belanda atau Maasmechelen di Belgia.
Pemandangan tiang penanda jalan (street sign) Königsallee di Düsseldorf, Jerman, menunjukkan kawasan belanja eksklusif
Elly Afriani berdiri santai di tepi kanal Königsallee, Düsseldorf, berlatar belakang pepohonan asri dan butik desainer terkemuka.

Baca Juga: 6 HARI | Belanja Barang Bermerek di Roermond

Menjelajahi Altstadt: Jantung Kota Tua

Tak lengkap ke Dusseldorf tanpa mampir ke Altstadt. Jalan-jalannya yang ramping dan berbatu memberikan kesan original yang sangat kuat. Di sini terdapat deretan bar dan kafe yang menjadi tempat tongkrongan kawula muda.

Bagi kita yang mencari makanan, Altstadt menyediakan kuliner dari seluruh dunia. Aku sangat terkesan dengan suasana kafe-kafe di sini yang selalu hidup, baik di musim panas maupun musim dingin.

Kawasan Altstadt (Kota Tua) Düsseldorf, Jerman, berlatar belakang bianglala raksasa (Riesenrad) yang ikonik
Elly Afriani berdiri tersenyum di kawasan Altstadt (Kota Tua) Düsseldorf, Jerman, berlatar belakang bianglala raksasa (Riesenrad) yang ikonik

Jangan lupa berfoto di depan Pegeluhr, jam antik di atas tiang kuning yang berfungsi memantau level air sungai Rhine. Selain unik, tempat ini adalah spot favorit untuk duduk santai menikmati angin sore.

Jam pengukur ketinggian air Pegeluhr di tiang beton kuning tepi sungai Rhine, Dusseldorf, ikon sejarah yang populer di kalangan pelancong

Tradisi Musim Dingin: Christmas Market & Glühwein

Meskipun perjalanan aku kali ini adalah di musim panas, aku juga merasa perlu menceritakan sedikit tentang pengalaman pribadiku saat kunjungan Dusseldorf di musim dingin, yang terkenal dengan tradisi ikonik di tepi Sungai Rhine. Ini  terjadi setiap akhir tahun, yaitu Christmas Market.

Pasar Natal di Dusseldorf adalah salah satu yang terbaik dan termegah di Jerman. Pengunjung lokal maupun mancanegara berkumpul. Sambil menikmati suasana yang sangat magis dengan lampu-lampu kerlap-kerlip dan aroma kayu manis yang memenuhi udara. Salah satu tradisi unik yang selalu ada di sini adalah Glühwein (minuman anggur panas dengan campuran rempah-rempah). Minuman ini memang sangat populer karena dipercaya bisa membuat badan terasa hangat dan segar seketika di tengah udara musim dingin yang menusuk tulang.

Catatan Penting untuk Muslimah Traveler:
Penting untuk diketahui bahwa Glühwein adalah minuman beralkohol (berbasis red wine). Jadi, bagi kita yang mencari kehalalan, minuman ini tentu harus kita hindari.

Namun, jangan khawatir. Di Pasar Natal Jerman, biasanya mereka juga menyediakan versi non-alkohol yang disebut Kinderpunsch. Minuman ini terbuat dari jus buah dan rempah-rempah hangat, rasanya mirip tapi tanpa kandungan alkohol, sehingga aman untuk dikonsumsi anak-anak maupun kita para traveler Muslim yang ingin ikut merasakan kehangatan tradisi lokal tanpa melanggar syariat.

Tradisi Musim Dingin: Christmas Market & Glühwein
Suasana magis Pasar Natal di pelataran Altstadt Düsseldorf, Jerman, dengan deretan kios kayu tradisional yang dihias lampu berkelap-kelip
Dekorasi musim dingin yang indah di Pasar Natal Düsseldorf, menghadirkan suasana bak negeri dongeng di tengah kota tua yang bersejarah

Menariknya, suasana magis Pasar Natal ini tidak hanya bisa kamu temukan di Jerman. Sebagai orang yang tinggal di perbatasan, aku sering kali membandingkan kemeriahan di Dusseldorf dengan tradisi serupa di Belanda. Ternyata, Belanda juga memiliki perayaan musim dingin yang tak kalah menakjubkan!

Banyak kota-kota di Belanda yang menyelenggarakan pasar natal dengan ciri khasnya masing-masing. Salah satu favorit aku adalah Maastricht, yang setiap tahunnya berubah menjadi kota cahaya yang sangat indah dan penuh kehangatan.

Baca Juga: Maastricht: Destinasi Liburan Musim Dingin yang Menakjubkan di Belanda

Pemandangan malam hari di Christmas Market Düsseldorf, menampilkan pendar cahaya lampu hias dan dekorasi khas liburan musim dingin yang menakjubkan

Kuliner Asia di Dusseldorf: Catatan Penting untuk Muslimah

Dusseldorf memang punya kawasan ‘Little Tokyo’ yang seru. Aku pernah mencoba makan di Yaki-the-emon. Suasananya sangat Jepang dan mienya lezat. Restoran Yaki-the-emon ini memang tidak pernah sepi. Begitu masuk, aroma kaldu ramen yang gurih dan wangi shoyu langsung menyambut indra penciuman. Tekstur mienya kenyal sempurna, dan kuahnya sangat kaya rasa, benar-benar comfort food setelah lelah berjalan kaki. Selain makanannya yang juara, pelayanannya sangat ramah, membuat pengalaman makan di sini terasa sangat berkesan.

Namun, catatan penting untuk teman-teman Muslim: Restoran ini tidak memiliki sertifikasi halal. Meskipun ada menu ayam atau menu vegetarian, mereka juga menyediakan menu non-halal (babi) dan alkohol. Saya pribadi menyarankan untuk selalu bertanya detail kepada pelayan: ‘No Lard, No Pork, No Alcohol’. Jika ragu, di sepanjang tepian Sungai Rhine atau di sekitar stasiun pusat (HBF), banyak sekali restoran Maroko atau Turki yang sudah terjamin kehalalannya.

Lokasinya ada di pusat kota Dusseldorf, tepatnya di kawasan yang terkenal dengan komunitas Jepangnya. Ini berdasarkan pengalaman pribadi makan di Restoran Yaki-the-emon.

  • Menu: Mie ramen, beragam jenis mie, dan olahan khas Jepang lainnya.
  • Harga: Sekitar €20 per orang.
  • Alamat: Klosterstr, 72/D40211 Düsseldorf.
  • Suasana: Interiornya membuat kita merasa sedang berada di Jepang sungguhan, dan pelayanannya sangat ramah.

Jika teman-teman tetap ingin mencoba, pilihlah menu Vegetarian Ramen atau menu ikan yang tidak dimasak dengan sake, tapi tetap pastikan kembali ke pelayan agar hati lebih tenang.

Tips Transaksi: Cash is King!

Penting untuk diingat! Kebanyakan restoran atau kafe di Jerman, termasuk beberapa di kawasan wisata, tidak menerima kartu debit maupun kartu kredit. Mereka sangat menghargai uang tunai. Jadi, jangan sampai terjebak di kasir ya. Disarankan agar selalu menyediakan uang kontan dalam bentuk Euro yang cukup di dompet kamu.

Tips Praktis untuk Traveler (Update 2026)

Berdasarkan pengalaman sakuaya, ada beberapa hal penting yang harus kamu siapkan:

  1. Uang Tunai (Cash is King): Di Jerman, banyak restoran dan kafe yang tidak menerima kartu debit/kredit. Pastikan selalu saku kamu berisi uang tunai Euro.
  2. Parkir di Schadow Arkaden: Aku merekomendasikan parkir di gedung ini karena lokasinya strategis.
    • Alamat: Marthin Luther-Platz 26, D-40212 Düsseldorf.
    • Biaya: Sekitar €2,90/jam.
    • Tips: Di Information Centre mal ini, jangan lupa ambil brosur gratis yang berisi daftar tempat asyik untuk dikunjungi.
  3. Tips Muslimah Traveler: Gunakan pakaian yang nyaman untuk jalan kaki. Dari parkiran Schadow Arkaden ke Königsallee hanya butuh 20 menit jalan kaki, dan 10 menit ke Schadowstrasse. Total jalan kaki seharian bisa cukup jauh, jadi gunakan sepatu yang empun=k dan nyaman.

Info Parkir Strategis: Schadow Arkaden

Bagi teman-teman yang membawa kendaraan pribadi, aku sangat menyarankan untuk parkir di gedung Schadow Arkaden.

  • Alamat: Marthin Luther-Platz 26, D-40212 Düsseldorf.
  • Biaya: Sekitar €2,90 per jam (Harga 2026).

Kelebihannya, lokasi ini sangat strategis. Dari sini, kamu cukup jalan kaki sekitar 20 menit menuju kawasan mewah Königsallee, dan hanya 10 menit menuju pusat belanja Schadowstrasse. Tips dari aku: Begitu sampai di shopping mall ini, mampirlah ke Information Centre untuk meminta brosur gratis. Di dalamnya ada daftar tempat-balik asyik yang bisa dikunjungi, jadi kamu tidak akan bingung mau melangkah ke mana dulu.

Tempat parkir gedung Schadow Arkaden
Mau cari tempat parkiran, lebih bagus parkir di gedung Schadow Arkaden. Setiba di shoping mall ini, jangan lupa minta brosur ke kios-kios Information Centre yang ada di dalam Shopping mall ini. Nah, di dalam brosur tersedia daftar, tempat-tempat asik yang Pelancong bisa kunjungi.

Biaya parkir: Sekitar €2,90/ jam
Alamat Schadow Arkaden:
Marthin Luther-Platz 26
D-40212 Düsseldorf
Germany

Jadi kalau sudah parkir mobil di gedung Schadow Arkaden, jalan kaki ke daerah Königsalle sekitar 20 menitan, dan sekitar 10 menitan jalan kaki menuju Schadowstrasse dari Königsalle.

Kesimpulan: Satu Hari yang Memberi Energi Baru

Satu hari di Dusseldorf mungkin memang tidak pernah terasa cukup untuk menjelajahi setiap sudutnya. Namun, perjalanan singkat ini sudah lebih dari cukup untuk memberikan energi baru bagi jiwa petualang aku. Dari kemegahan Menara Rheinturm yang menjulang tinggi hingga kehangatan suasana Altstadt yang klasik, Dusseldorf selalu punya cara unik untuk membuat siapa pun ingin kembali lagi.

Perjalanan ini membuktikan bahwa keindahan Eropa tidak selalu harus dicapai dengan perjalanan jauh; terkadang, permata indah seperti Dusseldorf hanya berjarak selemparan batu dari rumah aku di Belanda.

Butuh Jasa Tour Leader di Belanda?

Apakah kamu punya rencana untuk menjelajahi keindahan perbatasan Belanda dan Jerman musim panas ini? Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman traveling kamu, ya!

Bagi kamu yang ingin perjalanan lebih santai, terorganisir, dan penuh cerita tanpa harus pusing memikirkan rute atau stiker kendaraan, aku siap membantu sebagai Tour Leader kamu di Belanda. Silakan klik tombol Kontak untuk berdiskusi langsung dengan aku mengenai rencana perjalanan impian kamu, di Belanda. Atau, klik Semua Destinasi untuk menemukan inspirasi perjalanan seru lainnya di blog ini.

Media Sosial

YouTube

4 responses to “1 Hari Jalan-Jalan ke Dusseldorf Jerman: Pesona Menara Rheinturm”

  1. […] 1 Hari jalan-jalan ke Dusseldorf Jerman, saat musim panas | ellyafriani.blog […]

  2. […] bisa membayangkan betapa sulitnya hidup di zaman itu. Namun, meskipun suasananya tak seindah musim panas, pengalaman menjelajah tetap tak […]

  3. […] posisi matahari di berbagai belahan bumi berubah sepanjang tahun. Di Belanda (lintang utara), saat musim panas, matahari terbit lebih awal dan terbenam lebih lambat — siang jadi lebih panjang. Sebaliknya, […]

  4. […] seperti burung dan musang. Millingen aan de Rijn juga terdapat lanskap indah, terutama diperbatasan Jerman–Belanda, antara Kleve dan […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Elly Avatar

About the author