REALITA & PANDUAN HIDUP DI BELANDA VERSI ORANG INDONESIA

Cerita nyata tentang hidup sebagai perempuan Indonesia di Belanda, panduan perjalanan, dan pengalaman menjelajah dunia dari negeri kincir angin.

Sekelompok wisatawan melompat bersama di Pulau Takamakassar Flores

Flores 6 Hari 5 Malam: Catatan Perjalanan Open Trip Menjelajahi Flores

Ada perjalanan yang selesai ketika pesawat membawa kita pulang. Tetapi ada pula perjalanan yang justru terus tinggal di ingatan, bahkan bertahun-tahun setelahnya.

Flores adalah salah satunya.

Pada Juli 2017, aku mengikuti sebuah open trip selama 6 hari 5 malam bersama 12 peserta dan seorang pemandu wisata lokal. Saat itu, perjalanan ini terasa seperti sebuah petualangan panjang: berpindah dari satu pulau ke pulau lain, tidur di atas kapal, menikmati matahari terbit dari perbukitan, bertemu masyarakat lokal, hingga menyaksikan lanskap Flores yang begitu berbeda dari tempat-tempat yang pernah kukunjungi sebelumnya.

Perjalanan itu sudah lama berlalu, tetapi catatannya masih kusimpan. Karena itu, tulisan ini kuperbarui kembali sebagai catatan perjalanan Flores tahun 2017—bukan sebagai itinerary terbaru, melainkan sebagai kenangan dan dokumentasi perjalanan yang pernah kulalui.

Dalam tulisan ini, aku membagikan pengalaman open trip selama 6 hari 5 malam di Flores pada Juli 2017, lengkap dengan rute perjalanan dari Pulau Kelor, Rinca, Padar, Pink Beach, Gili Lawa, Waerebo, Cancar, hingga Danau Kelimutu.

Open Trip Flores 6 Hari 5 Malam

Pada bulan Juli 2017, aku mengikuti open trip selama 6 hari 5 malam bersama rombongan yang terdiri dari 12 peserta serta seorang pemandu wisata lokal.

Saat itu, biaya perjalanan sekitar Rp4 juta per orang. Biaya tersebut sudah termasuk makan, menginap di dalam kapal, serta menginap satu malam di hotel sederhana.

Bukan perjalanan mewah. Tetapi justru di situlah letak menariknya.

Kami menjalani perjalanan dengan cara yang sederhana, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tidur di kapal, dan menghabiskan sebagian besar waktu untuk menikmati alam Flores.

Baiklah, aku paparkan perjalanan ini berdasarkan itinerary yang kami dapatkan saat itu.

Itinerary Open Trip Flores 6 Hari 5 Malam

Hari 1 — Pulau Kelor dan Pulau Rinca

Perjalanan dimulai dengan berkunjung ke Pulau Kelor, kemudian dilanjutkan menuju Pulau Rinca untuk melihat komodo.

Pulau-pulau kecil dengan air laut yang jernih, bukit-bukit yang membentang, dan suasana alam yang masih terasa begitu dekat menjadi pembuka perjalanan kami.

📎 Baca juga: Alam Belum Terjamah di Pulau Kelor dan Berburu Kadal Raksasa di Flores

Hari 2 — Pulau Padar dan Pink Beach

Hari kedua membawa kami menuju Pulau Padar.

Dari sini perjalanan berlanjut menuju Pulau Namo atau Pink Beach, salah satu tempat yang menjadi bagian dari perjalanan kami menyusuri kepulauan Flores.

Pulau Padar sendiri menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan dalam perjalanan ini. Dari atas bukit, laut dan gugusan pulau terbentang luas di hadapan mata.

📎 Baca Juga, Menggapai Matahari dari Atas Pulau Padar dan Tiga Pulau, Flores

Hari 3 — Berburu Sunrise di Gili Lawa

Hari ketiga kami melakukan trekking untuk berburu sunrise di Pulau Gili Lawa.

Bangun pagi dan berjalan menuju tempat yang lebih tinggi demi menunggu matahari muncul menjadi pengalaman tersendiri.

Malam harinya, kami kembali menginap di kapal yang berada di sekitar Pulau Gili Lawa.

Tidur di kapal mungkin bukan pengalaman yang biasa bagi semua orang. Tetapi justru pengalaman-pengalaman sederhana seperti inilah yang kemudian menjadi bagian dari cerita perjalanan yang paling mudah diingat.

📎 Baca Juga, Sekali Mendayung Tiga Pulau Terlewati

Hari 4 — Menuju Desa Waerebo

Pagi-pagi kami bersiap untuk meninggalkan perjalanan laut dan menuju Desa Waerebo.

Perjalanan menuju desa ini membawa kami memasuki suasana Flores yang berbeda. Kami kemudian bermalam di rumah penduduk di Kampung Waerebo.

Malam di desa, jauh dari hiruk-pikuk kota, tentu memberikan pengalaman yang berbeda lagi.

Baca Juga, Tujuh Rumah Adat Berbentuk Kerucut Milik Desa Waerebo, Flores

Hari 5 — Desa Cancar dan Sawah Lodok

Setelah sarapan pagi, kami berangkat dari Desa Waerebo menuju Desa Cancar.

Tujuannya adalah melihat sawah lodok, atau yang sering disebut sebagai sawah berbentuk sarang laba-laba.

Pemandangan sawah ini menjadi salah satu hal unik yang kutemui selama perjalanan di Flores. Bentuknya tidak seperti hamparan sawah yang biasa kita lihat.

📎 Baca Juga, Tujuh Rumah Adat Berbentuk Kerucut Milik Desa Waerebo, Flores

Hari 6 — Danau Kelimutu dan Museum Bung Karno

Hari terakhir perjalanan membawa kami menuju Danau Kelimutu.

Tiga danau dengan warna yang berbeda menjadi salah satu tujuan yang tentu saja tidak ingin kami lewatkan ketika berada di Flores.

Setelah mengunjungi Kelimutu, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Museum Bung Karno.

Setelah seluruh rangkaian perjalanan selesai, peserta kemudian diantar menuju bandara atau hotel sesuai kebutuhan masing-masing.

📎 Baca Juga, 3 Danau dengan Berbagai Warna di Kelimutu, Flores

🏨 Cari Hotel & Penginapan di Indonesia
Mau melanjutkan perjalanan setelah membaca cerita ini? Bandingkan pilihan akomodasi di Indonesia melalui:

Booking.com | Agoda | Traveloka

Itinerary Flores Ini Adalah Catatan Perjalanan Tahun 2017

Itinerary di atas aku tuliskan berdasarkan itin yang aku dapatkan dari Abang Eman, pemandu kami saat itu.

Aku sengaja menyimpan dan mendokumentasikan program perjalanan tersebut karena ingin mempunyai catatan tentang tempat-tempat yang sudah pernah kukunjungi di kepulauan Flores.

Perlu dicatat: itinerary dan harga yang tertulis dalam artikel ini adalah pengalaman perjalanan tahun 2017, bukan informasi harga atau program open trip Flores yang berlaku saat ini.

Jadi, kalau kamu menemukan tulisan ini bertahun-tahun setelahnya, anggaplah tulisan ini sebagai catatan perjalanan dan dokumentasi pengalaman, bukan sebagai itinerary terbaru.

Dari Satu Pulau ke Pulau Lain

Kalau mengingat kembali perjalanan Flores tahun 2017 ini, yang paling terasa bukan hanya banyaknya tempat yang kami datangi.

Ada sensasi berpindah dari satu pulau ke pulau lain.

Ada pagi yang dimulai dengan mengejar matahari terbit.

Ada malam ketika kami tidur di kapal.

Ada perjalanan menuju desa yang jauh dari keramaian.

Ada pertemuan dengan masyarakat lokal.

Dan ada pemandangan yang saat itu mungkin hanya kami nikmati beberapa jam, tetapi ternyata bertahan jauh lebih lama dalam ingatan.

Enam hari lima malam terasa singkat ketika dijalani, tetapi begitu panjang ketika dikenang.


🚆 Cari Transportasi di Indonesia

Untuk melanjutkan perjalanan dari satu kota atau pulau ke tempat lainnya, kamu juga bisa melihat pilihan pesawat, kereta, bus, ferry, dan transportasi lainnya:

Baca Catatan Perjalanan Flores Lainnya

Kalau ingin mengikuti perjalanan ini lebih detail berdasarkan urutan harinya, aku sudah menuliskan beberapa bagian perjalanan Flores tersebut diatas:

  • Hari 1 | Alam Belum Terjamah di Pulau Kelor, Flores
  • Hari 2 | Berburu Kadal Raksasa di Pulau Komodo, Flores
  • Hari 2 | Menggapai Matahari dari Atas Pulau Padar, Flores
  • Hari 2–3 | Sekali Mendayung Tiga Pulau Terlewati, Flores
  • Hari 4 | Tujuh Rumah Adat Berbentuk Kerucut Milik Desa Waerebo, Flores
  • Hari 5 | Sawah Lodok, Cara Lain daripada yang Lain
  • Hari 6 | 3 Danau Berbagai Warna di Kelimutu, Flores

Perjalanan ke Flores ini sudah berlalu bertahun-tahun lalu.

Tetapi mungkin memang begitu cara sebuah perjalanan bekerja.

Kita meninggalkan tempatnya, tetapi tempat itu tidak selalu meninggalkan kita.

Ada perjalanan yang hanya menjadi foto di galeri. Ada pula yang berubah menjadi cerita yang masih ingin kita tuliskan bertahun-tahun kemudian.

Flores menjadi salah satu perjalanan yang masih ingin kuingat.

Bukan hanya karena Pulau Padar, Komodo, Pink Beach, Gili Lawa, Waerebo, atau Kelimutu.

Tetapi karena selama enam hari lima malam itu, aku belajar menikmati perjalanan dengan cara yang sederhana: berpindah, melihat, mengalami, lalu menyimpan semuanya sebagai kenangan.

Punya Rencana Menjelajahi Flores?

Kalau suatu saat kamu punya rencana menjelajahi Flores dan membutuhkan pemandu lokal, aku ingin sekalian membantu memperkenalkan orang yang pernah mendampingi perjalanan kami pada tahun 2017.

Saat itu, perjalanan kami dipandu oleh Abang Emanuelle Bey, yang membantu kami selama mengikuti open trip Flores tersebut.

Catatan: Nomor kontak di bawah ini adalah nomor yang aku simpan dari perjalanan tahun 2017. Karena sudah cukup lama berlalu, sebaiknya pastikan terlebih dahulu apakah beliau masih menerima dan mengatur perjalanan Flores saat ini.

Kontak Abang Emanuelle Bey:
+62(0)82175703678

Aku senang kalau tulisan lama ini bukan hanya menjadi kenangan untukku, tetapi juga masih bisa membantu orang lain menemukan pengalaman perjalanan di Flores dan, kalau memungkinkan, mendukung guide lokal yang pernah menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

YouTube – 10 Tempat Wisata dalam 6 Hari – Flores, Indonesia

Jalan-jalan Nusantara, jelajah Flores, Indonesia

Postingan Terkait: Tempat Wisata di Indonesia

Tujuh rumah adat Mbaru Niang di Desa Waerebo Flores. Simpan di Pinterest.
Pemandangan kota Yogyakarta saat perjalanan di Indonesia. Simpan di Pinterest.
Bangunan bersejarah di Kota Lama Semarang. Simpan di Pinterest.
Pemandangan Bali saat perjalanan menjelajahi Pulau Dewata. Simpan di Pinterest.
Ikon garis kotak Baca Semua Artikel Terkait

7 responses to “Flores 6 Hari 5 Malam: Catatan Perjalanan Open Trip Menjelajahi Flores”

    1. Elly Avatar

      Flores memang aduhai…😊👍

      1. gelamanggelamang Avatar

        Lombok juga aduhai mbaaakkk he

        1. Elly Avatar

          Flores memang cocok tuh di juluki mantap jiwa..;-)

  1. phadliharahap Avatar

    wih flores. catet nomor hapenya, mana tau kesempatan ke sana

    1. Elly Avatar

      silahkan catet nomor hapenya, semoga bermanfaat..;-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Elly Avatar

About the author