Pasar tradisional di Belanda masih menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat lokal. Selain sebagai tempat berbelanja kebutuhan segar, pasar juga menjadi ruang sosial yang mempertemukan warga dari berbagai latar belakang budaya. Di sini pengunjung dapat menemukan aneka sayuran, ikan segar, bunga, keju, roti, hingga rempah-rempah dari berbagai negara. Dalam artikel ini, saya berbagi pengalaman berkunjung ke pasar tradisional di kota Nijmegen, salah satu kota tertua di Belanda, sekaligus melihat bagaimana pasar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang multikultural.
Sejarah Pasar Tradisional di Belanda
Sekelumit sejarahnya, semasa penguasa Romawi menduduki Belanda telah menciptakan kebiasaan ini selama berabad-abad. Tujuan mereka adalah pasar komoditas dijadikan satu wadah pertemuan antara si Pembeli dan si Penjual. Selain itu, mempertemukan orang-orang agar mengenal satu sama lain.
Sekarang pasar di Belanda bukan hanya tempat jual beli saja, tapi juga jadi tempat orang-orang bertemu, ngobrol, dan bersosialisasi. Karena penduduknya beragam dari berbagai negara, suasana di pasar terasa sangat multikultural dan hidup.
SIAP LIBURAN KE BELANDA?
Mulai rencanakan perjalananmu dari sekarang. Bandingkan harga hotel, tiket pesawat, dan transportasi dengan mudah.
Pengalaman Belanja di Pasar Nijmegen
Kali ini saya belanja ikan dan sayur-sayur segar di pasar Grote Markt di kota Nijmegen.
Pasar yang berada di pusat kota ini selalu ramai dikunjungi warga lokal. Saat berjalan dari satu lapak ke lapak lainnya, saya menemukan berbagai kebutuhan sehari-hari yang dijual dengan harga yang cukup bersaing dibandingkan supermarket. Mulai dari sayuran segar, buah-buahan, ikan, bunga, keju, hingga makanan siap santap tersedia di sini.
Sebagai orang Indonesia, saya juga senang karena banyak bahan masakan yang familiar dijual di pasar. Bahkan beberapa sayuran dan rempah yang biasa saya temui di Indonesia dapat ditemukan dengan cukup mudah.
Aku mengajak pembaca melihat seperti apa pasar tradisional di Belanda.



Apa Saja yang Dijual di Pasar Tradisional Belanda?
Sayur, Ikan Segar, dan Rempah-rempah
Sayur-mayur, ikan segar dan buah-buahan. Bahkan sayur kangkung, bayem, tempe dan tahu
Di pasar menyediakan banyak sayur-sayuran dan ikan segar, yang kadang saya tidak bisa temui di supermarket. Selain itu, harga di pasar agak miring di banding dengan harga swalayan biasa.
Di Belanda, banyak pasar dan juga toko kecil menjual bahan makanan dari berbagai negara yang biasa disebut immigrant groceries. Ini karena masyarakat Belanda sangat beragam, berasal dari berbagai latar belakang budaya. Jadi tidak heran kalau kita bisa menemukan bahan makanan dari Indonesia, Turki, Maroko, hingga Suriname dengan cukup mudah. Mulai dari bumbu dapur, sayuran khas, sampai makanan siap masak, semuanya tersedia dan membuat suasana belanja di Belanda terasa seperti “mini dunia”.



Belanja Bahan Masakan Asia di Pasar Tradisional Belanda
Yang paling mantepnya itu, di pasar saya bisa beli kelapa lengkap dengan batoknya, umbi-umbian, cabe seger, ikan dencis segar, sayur kangkung, sayur bayam, sayur pare, tauge, hingga berbagai rempah-rempah yang biasa saya beli di Indonesia. Jadinya saya tidak terlalu rindu kuliner Indonesia, karena di Belanda ternyata banyak bahan masakan yang mudah ditemukan.
Salah satu hal yang saya sukai dari pasar di Belanda adalah banyaknya bahan makanan internasional yang dijual. Kita bisa menemukan sayuran dan rempah dari Indonesia, Vietnam, Thailand, Turki, Maroko, hingga negara-negara lain dengan cukup mudah.
Di banyak kota di Belanda saat ini, bahan makanan Asia memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang multikultural. Hal ini juga tidak lepas dari keberadaan komunitas Indonesia yang telah lama menetap di Belanda. Karena itu, pasar tradisional maupun Toko Asia biasanya menyediakan berbagai kebutuhan dapur khas Asia yang cukup lengkap.
Bagi wisatawan Indonesia yang sedang berlibur di Belanda, kondisi ini tentu menjadi kabar baik. Jika sewaktu-waktu ingin memasak sendiri atau sekadar mencari cita rasa yang familiar, bahan-bahan seperti cabai, santan, tempe, tahu, kecap manis, hingga rempah-rempah Indonesia relatif mudah ditemukan di berbagai kota di Belanda.
Toko Asia Sebagai Alternatif Belanja
Jika sayur-mayur ini tidak ada di pasar, atau habis, ini semua bisa di beli di Toko Asia. Enggak susah di dapat di Belanda!
Di Belanda, toko yang menjual bahan makanan Asia biasanya dikenal dengan sebutan “Toko Asia” atau “Asian supermarket”. Toko seperti ini cukup mudah ditemukan karena hampir setiap kota di Belanda memiliki minimal satu toko besar yang menyediakan berbagai bahan makanan Asia secara lengkap. Mulai dari bumbu masakan Indonesia, mie, saus, sayuran, hingga kebutuhan dapur lainnya bisa ditemukan di sini. Jadi, untuk orang yang tinggal atau berkunjung ke Belanda, mencari bahan makanan Asia tidaklah sulit.
Indomie di Belanda, Benarkah Mudah Ditemukan?
Mie instan Indomie adalah mie instan dari generasi ke generasi. Paling tidak, yang saya tau di negara asal saya Indonesia. Tanpa indomie rasanya ada yang kurang. ;-)
Hingga kini, ternyata kebiasaan para pelancong dari Indonesia yang selalu mbontot mie instan ini di dalam kopernya, kemudian menikmati rebusan mie instan ini dalam perjalanan selama liburan keliling Eropa.
Di Belanda, Indomie dan mie instan Asia lainnya sekarang sudah sangat mudah ditemukan di banyak supermarket besar seperti Albert Heijn, Jumbo, hingga Lidl tertentu. Bahkan di toko Asia (Toko Asia / Asian supermarket), pilihan mie instan jauh lebih lengkap dengan berbagai varian rasa dari Indonesia, Korea, hingga Jepang.
Indomie di Supermarket Belanda dan Toko Asia
Ini sebenarnya tidak perlu, karena di Belanda mie instan ini dapat ditemukan di setiap swalayan. Bahkan, sering ada korting pulak! ;-)
Harga Indomie di Belanda memang sedikit lebih mahal dibanding Indonesia, tetapi tetap cukup terjangkau untuk ukuran Eropa. Selain itu, saat promo atau diskon (korting), harganya bisa jauh lebih murah. Biasanya promo ini sering muncul di supermarket besar, terutama saat minggu-minggu tertentu atau event tertentu
Bagi wisatawan Indonesia yang baru pertama kali ke Belanda, ini sangat membantu karena tidak perlu membawa banyak mie instan dari Indonesia. Cukup beli di supermarket lokal atau toko Asia terdekat, jadi koper bisa lebih ringan untuk oleh-oleh lain.
Mau belanja/ mbontot buah-buahan selama liburan di Belanda, ataupun liburan Eropa, tentu kamu akan kaget betapa segarnya buah-buahan di Belanda.


Kibbeling, Street Food Ikan Favorit Orang Belanda
Ikan kibling adalah benar-benar khas Belanda. Pedagang ikan goreng ada banyak di pasar. Saya pun tak pernah bosan memesan seporsi gorengan ikan dengan resep kibling, begitulah nama resep ini. Jenis seafood sangat beragam. Ada gorengan ikan, gorengan kerang, gorengan udang, gorengan cumi dll. Ditambah siraman saus beraneka pula. Yummy! Tak heran, jika para pedagang gorengan seafood selalu diantri.


Kibbeling sebenarnya adalah potongan ikan putih (biasanya cod atau pollock) yang digoreng dengan tepung berbumbu ringan hingga renyah. Biasanya disajikan dengan saus seperti garlic sauce, tartar sauce, atau saus remoulade khas Belanda. Makanan ini sangat populer sebagai street food di pasar tradisional, kios ikan (viskraam), hingga festival makanan di seluruh Belanda.
Street Food Ikan yang Selalu Ramai di Pasar Belanda
Pelancong asa Indonesia.
Gorengan ikan adalah tradisi cemilan Belanda. Saya selalu memperkenalkan khas negeri ini kepada tamu-tamu. Tak henti-hentinya mereka memesankan kepada saya “Mba Elly, nanti kalau saya kemari, atau teman-teman saya datang ke Belanda, jangan lupa bawa makan ikan kibling ya..”. Ha..ha…kami semua tertawa lepas. Tentu senang dengar pesan ini.
Bagi wisatawan Indonesia, kibbeling sering jadi favorit karena rasanya ringan, tidak amis, dan cocok dengan lidah Asia. Biasanya dijual per porsi atau per gram di pasar, dan bisa dimakan langsung sambil jalan-jalan menikmati suasana kota.
Keju dan Roti, Menu Harian Favorit Orang Belanda
Keju dan roti adalah makanan sehari-hari warga Belanda. Maka tak heran jika bahan ini juga beredar di pasar, maupun di swalayan-swalayan. Dan tentu saja sama seperti di Indonesia, kalau beras punya banyak ragam. Nah, begitu juga di Belanda, banyak beragam jenis roti dan keju di pasarkan.
Belanda dikenal sebagai salah satu negara penghasil keju terbesar di dunia, dengan jenis terkenal seperti Gouda, Edam, dan Leerdammer. Keju ini tidak hanya dijual di supermarket, tetapi juga di pasar tradisional dan toko keju khusus (cheese shop). Setiap daerah bahkan punya pasar keju tradisional yang menjadi daya tarik wisata, seperti di Alkmaar dan Gouda.


Roti di Belanda juga sangat beragam, mulai dari roti gandum, roti cokelat, hingga roti khusus sarapan yang biasa dimakan dengan keju atau selai. Kombinasi roti dan keju ini menjadi menu sarapan paling umum bagi masyarakat Belanda.
📎 Baca juga, Keju oleh-oleh Belanda dan Mengunjungi Pasar Keju Gouda
Mengapa Belanda Dijuluki Negeri Pecinta Bunga?
Negeri Belanda adalah negeri pecinta alam. Mereka ahli dalam melesatarikan lahan yang kecil menjadi sebuah tempat yang nyaman dan didatangi banyak orang. Negeri terdapat banyak taman-taman. Jika di musim panas banyak orang pergi ke taman sambil ber-piknik-ria. Di taman ada yang baca buku, ada yang leha-leha sambil dengerin musik dan tak sedikit orang-orang berkumpul ngalor-ngidul bersama teman-temannya.
Suasana taman tentu dikelilingi oleh bunga-bunga indah. Maka di pasar pun, banyak beragam bunga-bunga indah dijual.
Belanda memang dikenal sebagai salah satu negara bunga terbesar di dunia. Selain taman kota, negara ini juga terkenal dengan ladang bunga tulip (tulip fields) yang menjadi ikon wisata internasional, terutama di musim semi sekitar bulan Maret–Mei. Banyak wisatawan datang khusus untuk melihat hamparan bunga warna-warni ini.
📎 Baca juga, Taman Tulip dan Taman di Belanda di Musim Panas
- Persiapan Musim Semi Belanda: Tips & Waktu Terbaik ke Keukenhof (Panduan Lengkap)
- Wilhelminapark Utrecht: Taman Bunga Cantik di Belanda
Suasana Pasar Saat Musim Panas di Belanda
Seiring dengan jalannya zaman, pasar pun semakin populer. Apalagi saat musim panas tiba. Terik matahari tersenyum ramah, langit biru terlihat bersih dan cerah, tentu jalan-jalan ke pasar akan membawa suasana hati menjadi riang gembira.
Pada musim panas, pasar tradisional di Belanda biasanya terlihat lebih ramai dibandingkan musim lainnya. Banyak warga memanfaatkan cuaca yang cerah untuk berbelanja sambil menikmati suasana kota. Tidak sedikit pula wisatawan yang sengaja mampir ke pasar untuk melihat kehidupan sehari-hari masyarakat setempat dari dekat.
Saya pribadi paling suka berkunjung ke pasar saat cuaca sedang bagus. Selain lebih nyaman berjalan kaki dari satu lapak ke lapak lainnya, warna-warni bunga, buah-buahan segar, dan keramaian pasar terlihat lebih hidup. Ditambah lagi banyak pedagang yang menyediakan makanan siap santap, sehingga pengunjung bisa menikmati camilan khas Belanda sambil menikmati suasana pasar.
Bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Belanda antara bulan Mei hingga September, berkeliling pasar tradisional bisa menjadi salah satu aktivitas menarik untuk mengenal budaya lokal secara lebih dekat. Selain berbelanja, pasar juga menjadi tempat yang tepat untuk mengamati kehidupan sehari-hari masyarakat Belanda dalam suasana yang santai dan menyenangkan.
Jam Buka Pasar Tradisional di Belanda
Jam buka Pasar Tradisional Belanda bervariasi, artinya tergantung musim. Jika di musim panas (April s/d September), pasar buka mulai pukul 09.00 s/d 17:00. Dan jika di musim dingin (Oktober s/d Maret), pasar dibuka mulai pukul 09 s/d 16:00. Ini adalah jadwal untuk Pasar Grote Markt di Nijmegen, yang buka setiap hari Senin dan hari Sabtu.
Di banyak kota Belanda, jam pasar bisa berbeda tergantung kebijakan kota (gemeente). Beberapa pasar besar bahkan hanya buka 1–2 kali seminggu dengan jam tetap, misalnya pagi sampai sore. Musim juga sangat mempengaruhi jumlah pedagang—di musim panas biasanya jauh lebih ramai karena wisatawan dan aktivitas outdoor meningkat.
Pasar Mingguan di Setiap Kota dan Desa.
Pasar di buka mingguan. Jadi setiap desa punya jadwal masing-masing, misalnya Desa A buka pasar setiap hari Jum’at dan Desa B buka pasar setiap hari Rabu dan seterusnya.
Setiap wilayah punya masing-masing jadwal buka pasar.
Di Belanda, pasar mingguan ini disebut “weekmarkt”, dan hampir setiap kota memiliki jadwal tetap yang sama setiap minggu. Biasanya diumumkan di website resmi kota atau papan informasi lokal. Ini sudah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat untuk belanja kebutuhan segar mingguan.
📎 Baca Juga, Pasar Beverwijk: Tempat Belanja Favorit Orang Indonesia di Belanda.
Cuaca Belanda Saat Berkunjung ke Pasar
Belanda memiliki iklim basah, dan sangat berubah-ubah, maka itu cuaca tidak dapat di prediksikan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang ramalan cuaca di Belanda, bisa klik di Ramalan cuaca di Belanda hari ini.
Cuaca di Belanda termasuk iklim laut sedang (temperate maritime climate), sehingga perubahan cuaca bisa terjadi sangat cepat dalam satu hari. Tidak jarang pagi cerah, siang hujan, lalu sore kembali cerah. Karena itu warga biasanya selalu membawa jaket ringan atau payung kecil saat pergi ke pasar atau beraktivitas di luar rumah.
Bagi wisatawan Indonesia, penting untuk selalu memeriksa cuaca sebelum pergi ke pasar tradisional atau taman, karena angin dan hujan ringan bisa datang tiba-tiba meskipun terlihat cerah.
FAQ – Pasar Tradisional di Belanda
Apa itu pasar tradisional di Belanda?
Pasar tradisional di Belanda disebut “weekmarkt”, yaitu pasar mingguan yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti sayur, buah, ikan, dan makanan khas dari berbagai negara.
Kapan pasar tradisional di Belanda buka?
Biasanya pasar buka 1–2 kali seminggu di setiap kota, tergantung jadwal masing-masing daerah, umumnya di pusat kota atau alun-alun.
Apa saja yang dijual di pasar Belanda?
Pasar di Belanda menjual sayuran segar, ikan, keju, bunga, pakaian, hingga makanan dari berbagai negara seperti Turki, Maroko, dan Asia.
Apakah pasar di Belanda masih ramai?
Ya, pasar tradisional masih sangat populer di Belanda, terutama saat musim panas dan akhir pekan.
Bookmark Dulu, Jalan-jalannya Nyusul
Belanda bukan hanya tentang kincir angin, tulip, atau kanal-kanal yang cantik. Kadang justru pengalaman sederhana seperti berjalan-jalan di pasar tradisional bisa memberikan cerita yang paling berkesan. Melihat warga lokal berbelanja, mencium aroma roti hangat, memilih ikan segar, atau sekadar menikmati suasana pasar yang ramai menjadi pengalaman tersendiri selama tinggal dan berkeliling di Belanda.
Kalau suatu saat nanti kamu berkunjung ke Belanda, semoga artikel ini bisa menjadi salah satu referensi perjalananmu. Untuk sekarang, bookmark dulu saja. Jalan-jalannya nyusul. 😉🇳🇱
POSTINGAN TERKAIT













Leave a Reply