CATATAN HIDUP & PERJALANAN DI BELANDA

Pengalaman hidup sebagai expat, tips sehari-hari, serta panduan wisata halal di Belanda dan sekitarnya

Rombongan asisten Sinterklaas berada di atas kapal saat parade Sinterklaas di kanal Utrecht, Belanda.

Sinterklaas di Utrecht: Tradisi Unik Menyambut Santa Belanda

Posted by

·

Artikel ini menceritakan pengalaman menghadiri perayaan Sinterklaas di Utrecht sekaligus mengenal sejarah, tradisi, dan perubahan budaya yang terjadi di Belanda dari masa ke masa.

Sebelum mengenal Belanda lebih dekat, saya mengira Sinterklaas hanyalah versi lain dari Santa Claus. Ternyata keduanya memiliki sejarah dan tradisi yang berbeda. Saat tinggal di Belanda, saya berkesempatan menyaksikan langsung perayaan Sinterklaas di Utrecht yang selalu dinantikan anak-anak setiap tahun.

Artikel ini merupakan dokumentasi perjalanan saya pada tahun 2014. Beberapa tradisi yang terlihat dalam foto, termasuk sosok Zwarte Piet, mungkin sudah mengalami perubahan seiring perkembangan budaya dan kebijakan di Belanda. Meski demikian, momen ini tetap menjadi bagian dari sejarah perayaan Sinterklaas yang menarik untuk dikenang.

Tradisi Sinterklaas yang Ditunggu Masyarakat Belanda

Kedatangan Sinterklaas di Utrecht

Belanda yang terletak di Eropa Barat memiliki tradisi tahunan yang sangat dinantikan menjelang musim liburan akhir tahun. Meski banyak wisatawan mengenal Belanda lewat perayaan Natal dan pasar musim dinginnya, masyarakat Belanda juga memiliki tradisi khas yang sudah berlangsung selama ratusan tahun, yaitu Sinterklaas.

📎 Baca Juga, musim dingin di Belanda dan Tradisinya

Layaknya setiap tahun menjelang Hari Natal, pada tanggal 19 November 2017 aku berkesempatan menyaksikan kedatangan Sinterklaas di kota Utrecht. Dalam tradisi yang dipercaya masyarakat Belanda, Sinterklaas datang dari Spanyol menuju Belanda dengan kapal dan disambut meriah oleh warga setempat.

Momen ini selalu ditunggu oleh semua kalangan, terutama anak-anak. Begitu Sinterklaas muncul, terdengar sorak-sorai dan sapaan hangat dari warga. Wajah-wajah ceria anak-anak yang tidak sabar melihat sosok yang selama ini mereka kenal dari cerita dan televisi benar-benar membuat suasana terasa istimewa.

Aku pun tidak mau kalah dengan anak-anak yang bersemangat ingin bersalaman dengan Sinterklaas. ;-)

Saya bersalaman dengan Sinterklaas yang sedang menunggang kuda putih saat parade Sinterklaas di Utrecht, Belanda.
Sinterklaas dan rombongannya menaiki kereta parade saat perayaan Sinterklaas di Utrecht, Belanda.

Kedatangan Sinterklaas semakin meriah dengan iringan musik, kendaraan kuda yang dihias warna-warni, serta parade yang melintasi pusat kota Utrecht. Suasananya benar-benar spektakuler dan menjadi salah satu tradisi tahunan yang paling ditunggu di Belanda.

Pada saat artikel dan foto-foto ini dibuat, sosok Zwarte Piet masih menjadi bagian dari perayaan Sinterklaas. Zwarte Piet dikenal sebagai pendamping Sinterklaas yang bertugas membantu membagikan hadiah kepada anak-anak. Namun, dalam beberapa tahun terakhir tradisi ini mengalami banyak perubahan di Belanda karena memunculkan perdebatan terkait stereotip rasial. Sejak awal 2020-an, banyak kota di Belanda mulai menggantikan Zwarte Piet dengan Roetveegpiet, yaitu karakter dengan wajah bercoret jelaga (asap hitam) seperti bekas turun dari cerobong asap, tanpa riasan wajah hitam penuh. Hingga tahun 2026, Roetveegpiet telah menjadi bentuk yang lebih umum digunakan dalam berbagai perayaan resmi Sinterklaas di Belanda.

Pendamping Sinterklaas dan Tradisi yang Menyertainya

Siapa Pendamping Sinterklaas?

Selain menunggu kedatangan Sinterklaas, anak-anak Belanda juga selalu antusias melihat rombongan pendamping yang ikut mengiringinya. Saat saya menghadiri perayaan ini di Utrecht, rombongan tersebut ikut meramaikan suasana dengan membagikan permen, melambaikan tangan kepada penonton, dan berinteraksi dengan anak-anak di sepanjang rute parade.

Dahulu, para pendamping Sinterklaas dikenal dengan nama Zwarte Piet, istilah dalam bahasa Belanda yang secara harfiah berarti “Piet Hitam”. Karakter ini sudah menjadi bagian dari tradisi Sinterklaas selama lebih dari satu abad dan sering digambarkan sebagai asisten yang membantu Sinterklaas membagikan hadiah kepada anak-anak.

Ketika artikel dan foto-foto ini diambil, karakter tersebut masih umum dijumpai dalam berbagai perayaan Sinterklaas di Belanda. Namun seiring berjalannya waktu, tradisi ini mengalami perubahan.

Terlepas dari perubahan tersebut, satu hal yang tidak berubah adalah kegembiraan anak-anak yang menyambut kedatangan Sinterklaas dan rombongannya setiap tahun.

Kegembiraan mereka benar-benar menular. Apalagi ketika ada kesempatan bersalaman langsung dengan Sinterklaas atau menerima permen dan hadiah kecil dari rombongannya. Saya sendiri ikut terharu melihat wajah-wajah ceria anak-anak yang menunggu sejak pagi demi menyaksikan parade ini.

Benarkah Sinterklaas Datang dari Spanyol?

Jika kamu bertanya kepada anak-anak Belanda, kemungkinan besar mereka akan menjawab bahwa Sinterklaas datang dari Spanyol menggunakan kapal.

Menurut cerita yang diwariskan turun-temurun, setiap tahun Sinterklaas berlayar dari Spanyol menuju Belanda bersama para pendampingnya untuk mengunjungi anak-anak dan membagikan hadiah. Setelah perayaan selesai, mereka akan kembali lagi ke Spanyol dan bersiap untuk tahun berikutnya.

Saat pertama kali mendengar cerita ini, saya juga sempat penasaran. Benarkah Sinterklaas dan rombongannya menempuh perjalanan jauh dari Spanyol ke Belanda dengan kapal?

Asisten Sinterklaas membagikan hadiah kepada anak-anak saat perayaan Sinterklaas di Utrecht, Belanda.
Rombongan asisten Sinterklaas berada di atas kapal saat parade Sinterklaas di kanal Utrecht, Belanda.

Tentu saja, kisah tersebut merupakan bagian dari dongeng dan imajinasi yang sengaja dipelihara untuk anak-anak. Tradisi ini mirip dengan cerita Santa Claus di berbagai negara yang dipercaya tinggal di Kutub Utara. Tujuannya bukan untuk menjelaskan fakta geografis, melainkan menghadirkan keajaiban dan kegembiraan bagi anak-anak menjelang musim liburan.

Meski demikian, tradisi kedatangan Sinterklaas dengan kapal masih terus dipertahankan hingga sekarang. Hampir setiap tahun, kota-kota di Belanda mengadakan parade penyambutan yang meriah, termasuk di Utrecht, Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, dan berbagai kota lainnya.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Belanda pada bulan November, perayaan ini bisa menjadi pengalaman budaya yang menarik. Selain menikmati suasana khas musim dingin, pengunjung juga dapat melihat salah satu tradisi paling populer yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Belanda selama beberapa generasi.

📎 Baca Juga, Wisata Terpopuler di Belanda dan Tradisinya.

Tradisi Sinterklaas di Seluruh Belanda

Perayaan Sinterklaas bukan hanya berlangsung di Utrecht saja. Tradisi tahunan ini dirayakan hampir di seluruh Belanda, mulai dari kota-kota besar seperti Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, dan Utrecht hingga kota-kota kecil lainnya.

Meski setiap daerah memiliki cara perayaan yang sedikit berbeda, suasana meriah menjelang kedatangan Sinterklaas tetap terasa di berbagai penjuru negeri. Anak-anak menunggu parade, toko-toko mulai menjual berbagai pernak-pernik bertema Sinterklaas, dan keluarga mempersiapkan perayaan yang menjadi bagian dari budaya Belanda selama beberapa generasi.

Bagi wisatawan yang sedang berada di Amsterdam pada bulan November atau awal Desember, tidak ada salahnya menjelajahi kota-kota lain di Provinsi Noord-Holland maupun wilayah Belanda lainnya untuk merasakan suasana perayaan yang berbeda. Tradisi Sinterklaas menjadi salah satu pengalaman budaya yang unik sebelum memasuki musim liburan Natal dan Tahun Baru di Eropa.

SIAP LIBURAN KE BELANDA?
Mulai rencanakan perjalananmu dari sekarang. Bandingkan harga hotel, tiket pesawat, dan transportasi dengan mudah.

Pepernoten, Camilan Khas Musim Sinterklaas

Kue Kecil yang Selalu Hadir Saat Perayaan

Selain keju, tulip, kincir angin, dan sepatu kayu klompen, ada satu lagi yang identik dengan musim Sinterklaas di Belanda, yaitu pepernoten.

Pepernoten adalah camilan tradisional berbentuk kecil dengan cita rasa rempah-rempah seperti kayu manis, cengkih, pala, dan jahe. Aroma hangat dari bumbu-bumbu tersebut membuat pepernoten identik dengan musim gugur dan musim dingin di Belanda.

📎 Baca Juga, Panduan Wisata Belanda dan Kentang Perang “Patat Oorlog”

Menjelang perayaan Sinterklaas, pepernoten mudah ditemukan di supermarket, toko roti, hingga pasar musiman. Banyak keluarga Belanda menjadikannya camilan favorit saat berkumpul bersama.

Sinterklaas membagikan hadiah kepada anak-anak saat perayaan Sinterklaas di Utrecht, Belanda.
Asisten Sinterklaas mengendarai sepeda gerobak saat parade Sinterklaas di Utrecht, Belanda.

Saat saya menghadiri parade Sinterklaas, pepernoten juga menjadi salah satu suguhan yang sering dibagikan kepada anak-anak oleh rombongan parade. Tidak heran jika banyak anak Belanda memiliki kenangan masa kecil yang erat dengan camilan khas ini.

Saat ini, variasi pepernoten pun semakin beragam. Selain rasa tradisional, tersedia pula versi berlapis cokelat susu, cokelat putih, karamel, hingga berbagai rasa modern yang populer di kalangan anak muda.

Mengundang Sinterklaas ke Rumah

Tradisi yang Membuat Anak-anak Bahagia

Salah satu tradisi unik yang cukup populer di Belanda adalah mengundang Sinterklaas beserta rombongannya datang langsung ke rumah. Dan ketika itu, aku lagi berkunjung ke rumah teman. Yang disaat hari (malam hari) itu pula mereka mengundang Sinterklas dan asistennya. Betapa beruntungnya aku, karena bisa berfoto dengan mereka-ini merupakan kenang-kenangan indah buat aku. ;-)

Banyak orang tua melakukan hal ini untuk memberikan kejutan kepada anak-anak mereka. Hadiah yang telah dipersiapkan sebelumnya biasanya diserahkan kepada Sinterklaas untuk kemudian diberikan kepada anak-anak, seolah-olah hadiah tersebut memang dibawa langsung oleh beliau.

Tentu saja, layanan kunjungan seperti ini biasanya dilakukan oleh kelompok komunitas, relawan, atau organisasi tertentu dan memerlukan biaya sesuai durasi serta jumlah peserta yang hadir.

Aku ikut senang, saat melihat ekspresi bahagia anak-anak ketika pintu rumah terbuka dan Sinterklaas masuk membawa hadiah benar-benar menjadi pengalaman yang berkesan.

Bagi anak-anak, momen tersebut terasa sangat nyata. Mereka mendengarkan cerita, menerima hadiah, dan berfoto bersama Sinterklaas. Sementara bagi orang dewasa, tradisi ini menjadi cara untuk menjaga kehangatan keluarga sekaligus meneruskan budaya yang telah dikenal turun-temurun.

SIAP LIBURAN KE BELANDA?
Mulai rencanakan perjalananmu dari sekarang. Bandingkan harga hotel, tiket pesawat, dan transportasi dengan mudah.

✈️ Tiket Pesawat ke Belanda
Cari tiket murah di sini
Bandingkan harga

🎟️ Aktivitas & Transportasi
Tour di Belanda
Transportasi

🏨 Cari Hotel Terbaik
Nyaman & Strategis
Bandingkan harga

Cuaca di Belanda Saat Musim Sinterklaas

Jika ingin menyaksikan parade Sinterklaas secara langsung, jangan lupa mempersiapkan pakaian yang sesuai dengan cuaca Belanda pada akhir musim gugur dan awal musim dingin.

Pada bulan November hingga awal Desember, suhu di Belanda umumnya berkisar antara 2°C hingga 10°C. Cuaca bisa berubah dengan cepat, mulai dari cerah, mendung, hujan gerimis, hingga angin yang cukup dingin, terutama di area kanal dan pelabuhan tempat parade sering berlangsung.

Beberapa perlengkapan yang sebaiknya dibawa:

  • Jaket tebal atau mantel musim dingin
  • Syal dan sarung tangan
  • Sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki
  • Payung lipat atau jas hujan ringan
  • Kamera atau ponsel dengan baterai penuh untuk mengabadikan parade

Karena sebagian besar acara berlangsung di luar ruangan, datang lebih awal juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk mendapatkan posisi menonton yang nyaman.

Bookmark Dulu, Jalan-jalannya Nyusul

Perayaan Sinterklaas menjadi salah satu tradisi yang paling berkesan yang pernah saya saksikan selama tinggal di Belanda. Melihat antusiasme anak-anak, parade yang meriah, pembagian pepernoten, hingga kesempatan bertemu langsung dengan Sinterklaas membuat pengalaman ini terasa berbeda dari perayaan musim dingin yang biasa saya kenal sebelumnya.

Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi Belanda pada bulan November hingga awal Desember, tidak ada salahnya memasukkan perayaan Sinterklaas ke dalam daftar perjalanan. Selain menikmati suasana khas menjelang Natal, kamu juga bisa mengenal lebih dekat salah satu tradisi budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Belanda selama bertahun-tahun.

POSTINGAN TERKAIT

Suasana kota Utrecht Belanda yang dikenal sebagai kota pelajar dengan jalan ramai dan bangunan bersejarah
Transportasi umum di Belanda seperti kereta, tram, dan sistem OV-chipkaart di stasiun
Kastil De Haar di Utrecht Belanda dengan bangunan megah, taman luas, dan arsitektur seperti dongeng
Wilhelminapark terletak di kota Utrecht dan dikenal juga dengan nama Taman Wilhelmina.
Ikon garis kotak Baca Semua Artikel Terkait

2 responses to “Sinterklaas di Utrecht: Tradisi Unik Menyambut Santa Belanda”

  1. deay Avatar
    deay

    mau coba pepernoten rasanya kayak apa hehe

    1. Elly Avatar

      wahhh.. kalau bulan-bulan desember, karna hari Natal gini, mang banyak pepernoten dimana2, malah sering dapet gratis2 dari toko2..;-)
      Rasanya, yah rasa kayu manis di campur pedes merica gitu ;-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Elly Avatar

About the author