Artikel ini ditujukan untuk traveler yang sedang berada di Belanda dan ingin melanjutkan perjalanan ke Ioannina dan wilayah Epirus, Yunani.
Kalau kamu sedang liburan di Belanda dan ingin melanjutkan perjalanan ke Yunani bagian utara, khususnya ke wilayah Epirus, kamu berada di halaman yang tepat. Aku tinggal di Belanda, dan sering membantu teman-teman atau tamu yang ingin melanjutkan perjalanan dari Belanda menuju Ioannina—sebuah kota cantik yang menjadi pintu gerbang menuju Tzoumerka, pegunungan Pindos, dan desa-desa batu tradisional yang menawan.
Artikel ini pertama kali aku tulis pada tahun 2020, berdasarkan pengalaman pribadi menjelajahi Epirus selama lima hari. Namun pada tahun 2026 ini, aku memperbarui kembali seluruh informasinya—mulai dari akses transportasi, status destinasi, hingga referensi resmi dari pariwisata Yunani—supaya tetap relevan untuk kamu yang ingin berpetualang ke wilayah yang masih sangat alami ini.
Daftar Isi
Informasi Perjalanan ke Epirus (Update 2026)
(artikel ini pertama kali ditulis tahun 2020 dan diperbarui dengan informasi terbaru tahun 2026)
Wilayah Epirus berada di barat laut Yunani, di antara Pegunungan Pindos dan Laut Ionia. Tahun 2026, Epirus kembali masuk daftar destinasi eco‑tourism terbaik Eropa, berkat kombinasi pegunungan, lembah, sungai, dan desa-desa batu yang masih terjaga keasliannya.
Akses dari Belanda ke Ioannina (Update 2026)
Cara paling mudah:
Terbang dari Amsterdam Schiphol (AMS)
Transit di Athens International Airport (ATH)
Lanjut penerbangan domestik ke Ioannina National Airport (IOA)
Epirus adalah wilayah yang terkenal dengan pegunungan, sungai, dan desa-desa batu tradisional. Tahun 2026, Epirus semakin populer di kalangan wisatawan Eropa yang mencari ketenangan, hiking, dan wisata alam yang masih perawan.
Cara Menuju Tzoumerka & Ioannina
Setelah tiba di Ioannina, kamu bisa melanjutkan perjalanan darat sekitar 1–1,5 jam menuju Tzoumerka. Jalanan berkelok, tapi pemandangannya luar biasa.
13 Tempat Wisata Tzoumerka & Ioannina (Update 2026)
Tidak ada kendaraan bermotor di dalam desa, sehingga suasananya sangat tenang. Tahun 2026, Syrrako masuk daftar desa tradisional paling terjaga di Epirus.
Desa Syrrako, desa batu tradisional yang dibangun sejak abad ke‑15. dan sampai hari ini masih mempertahankan arsitektur tradisional khas Epirus. Rumah-rumahnya terbuat dari batu bertingkat dengan atap batu tulis, sehingga seluruh desa tampak seperti lukisan hidup di lereng pegunungan. Yang membuat Syrrako semakin unik, di dalam desa tidak ada kendaraan bermotor. Semua orang berjalan kaki, dan inilah yang menjaga suasana tradisionalnya tetap utuh hingga sekarang.
Desa Syrrako dihuni oleh petani, pengrajin, dan pedagang ternak. Pada masa Ottoman, terutama setelah tahun 1480, perekonomian desa berkembang pesat. Padang rumput Syrrako yang luasnya mencapai sekitar 75 hektar memungkinkan penduduk memelihara ribuan domba dan kambing. Dari sinilah lahir berbagai produk ternak dan kain wol berkualitas tinggi.
Warga Syrrako terkenal memiliki keahlian dalam mendesain dan menjahit jubah. Dengan semangat dan keterampilan mereka, para pengrajin mulai membawa produk-produk Syrrako ke pusat-pusat perdagangan besar di wilayah Balkan dan daerah-daerah yang berada di bawah kekuasaan Ottoman. Dari sanalah nama Syrrako mulai dikenal sebagai desa pengrajin yang berbakat dan pekerja keras.
Biara Kipina
Biara yang menempel di tebing vertikal. Masih buka tahun 2026 dan menjadi highlight wisata Epirus. Ada jembatan gantung kecil dan goa sedalam 240 meter.
Di Tzoumerka ada sebuah biara yang menurutku paling mengesankan, yaitu Biara Kipina atau Kipina Monastery. Biara ini dibangun untuk menghormati Bunda Maria yang diangkat ke surga, dan menurut catatan sejarah, pembangunannya dimulai sekitar tahun 1212 M.
Yang membuat Kipina begitu unik adalah lokasinya. Biara ini menempel di tengah tebing vertikal yang sangat curam, seolah-olah tersembunyi di antara bebatuan. Dari kejauhan saja sudah terlihat dramatis, apalagi ketika kamu berdiri tepat di depannya. Tidak heran kalau dulu biara ini sulit ditemukan oleh musuh.
Di area biara terdapat jembatan gantung kecil yang menjadi akses menuju pintu masuk. Selain itu, ada juga goa sedalam sekitar 240 meter yang berada di belakang biara. Konon, goa ini digunakan para biarawan sebagai tempat perlindungan ketika terjadi serangan pada masa Ottoman. Sampai sekarang, goa tersebut masih bisa dikunjungi, meskipun aksesnya tetap dijaga demi keamanan.
Kipina bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga saksi sejarah yang memperlihatkan bagaimana para biarawan hidup, bertahan, dan melindungi komunitas mereka di masa lalu. Tahun 2026, biara ini masih menjadi salah satu destinasi paling ikonik di Epirus.
Air Terjun Kouiasa
Berjarak 7–10 menit dari Biara Kipina. Airnya jernih dan segar. Tetap menjadi spot favorit wisatawan.
Kalarrytes – merupakan sebuah desa, tempat asal pembuat perhiasan terkenal Bulgari. Kalarrytes juga dijadikan sebagai pusat pengembangbiakan ternak terpenting di daerah Tzoumerka.
Selain itu, terlepas dari sektor peternakan dan perdagangan, penduduk Kalarrytes juga mengembangkan ketrampilan menjahit, seni tekstil, bordir emas, dan menjadi pengrajin perak yang trampil. Sektor yang membuat mereka bangga.
Goa Anemotrypa
Goa dengan stalagmit unik dan tiga kolam berwarna abu-abu, kuningan, dan putih. Masih aktif sebagai destinasi wisata resmi.
Desa Tsopela
Di desa Tsopela pernah tinggal seorang pengrajin perhiasan terkenal dari era 1950‑an bernama George Polyzos. Beliau memiliki studio kecil di desa ini, tempat ia membuat berbagai perhiasan dengan teknik tradisional khas Epirus. Selain perhiasan, George Polyzos juga dikenal menciptakan alat-alat musik tradisional yang digunakan oleh generasi tempo dulu. Karya-karyanya menjadi bagian penting dari warisan budaya lokal dan masih dikenang hingga sekarang.
Pramanta
Pramanta adalah pusat wilayah Tzoumerka dan merupakan salah satu desa terbesar di kawasan ini. Populasinya sekitar 800 penduduk, tetapi saat musim panas jumlahnya bisa meningkat hingga lebih dari 1.500 orang, termasuk wisatawan. Wisatawan asal Jerman dan Israel adalah dua kelompok yang paling sering berlibur ke sini.
Bagi pecinta daerah pegunungan, Pramanta adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Desa ini kini berkembang menjadi resor liburan pegunungan yang populer, namun tetap mempertahankan nuansa tradisional khas Epirus. Suasananya tenang, udaranya sejuk, dan fasilitasnya cukup modern sehingga nyaman untuk wisatawan.
Permukiman Pramanta mulai berkembang pada abad ke‑15. Salah satu mata pencaharian utama penduduknya sejak dulu adalah sebagai pemahat batu. Pada musim panas, para pemahat batu di Yunani biasanya menghabiskan seluruh musim untuk bekerja, karena cuaca kering sangat ideal untuk membangun dan mengukir batu.
Namun seperti desa-desa lain di Tzoumerka, sebagian besar penduduk Pramanta juga bekerja sebagai peternak. Wilayah ini memiliki padang rumput yang luas dan subur, sehingga cocok untuk memelihara domba dan kambing—tradisi yang sudah berlangsung selama berabad-abad.
Desa Agnanta
Desa Agnanta adalah salah satu desa besar di wilayah Tzoumerka. Desa ini terkenal karena masih mempertahankan tradisi dan kehidupan pedesaan khas Epirus. Salah satu daya tarik utama di Agnanta adalah kincir air tradisional yang hingga kini masih berfungsi dan tetap dilestarikan oleh penduduk setempat. Kincir ini menjadi simbol bagaimana masyarakat desa menjaga warisan leluhur mereka.
Selain itu, Agnanta juga memiliki museum cerita rakyat yang memamerkan berbagai unsur kehidupan tradisional penduduknya. Di dalam museum, kamu bisa melihat alat-alat rumah tangga lama, pakaian tradisional, peralatan pertanian, hingga benda-benda yang menggambarkan kehidupan masyarakat Tzoumerka pada masa lalu. Museum ini kecil, tetapi sangat kaya cerita dan memberikan gambaran nyata tentang bagaimana kehidupan di desa pegunungan ini berlangsung selama berabad-abad.
Desa Katarraktis
Desa Katarraktis adalah bagian dari Kotamadya Tzoumerka Tengah, Epirus. Nama desa ini berasal dari air terjun kembar Katarraktis yang terletak sekitar 5 km dari pusat desa. Air terjun ini menjadi ikon wilayah tersebut dan menjadi alasan utama banyak wisatawan datang ke Katarraktis.
Menurut sumber lokal, air terjun Katarraktis hanya mengalir dari bulan Oktober hingga Juni. Pada musim panas, debit airnya menurun drastis hingga akhirnya kering sama sekali. Jadi kalau kamu datang di bulan Juli–September, kamu mungkin hanya akan melihat tebing batu tanpa aliran air. Namun di musim lainnya, air terjun ini terlihat sangat indah—airnya jatuh dari ketinggian dengan latar pegunungan hijau khas Tzoumerka.
Fenomena musiman ini justru membuat Katarraktis semakin menarik, karena pengunjung bisa melihat dua sisi alam: air terjun yang megah di musim basah, dan formasi batuan dramatis di musim kering.
Desa Elliniko
Di desa tradisional Elliniko terdapat sebuah rumah yang dulu dikenal sebagai “Rumah Bapak Theodoros Papagiannis”. Beliau adalah seorang pemahat dan seniman patung modern asal Epirus yang sangat dihormati. Konon, di rumah inilah beliau sering mengumpulkan para ahli seni pahat dan tim kreatifnya untuk bekerja bersama. Tujuannya sederhana namun bermakna: menceritakan kisah Epirus dan sejarahnya melalui seni patung.
Seiring berjalannya waktu, Bapak Theodoros Papagiannis kemudian mengubah sekolah lamanya menjadi sebuah museum seni, yaitu Theodoros Papagiannis Museum. Di museum ini, beliau menyimpan dan memamerkan berbagai karya patung terkenalnya—mulai dari karya kecil hingga instalasi besar yang menggambarkan kehidupan masyarakat Epirus, tradisi, dan identitas budaya wilayah ini.
Museum ini terbuka untuk umum dan menjadi salah satu tempat yang paling menarik untuk dikunjungi di Elliniko. Selain melihat karya seni, pengunjung juga bisa merasakan bagaimana seni pahat digunakan sebagai cara untuk menjaga sejarah dan cerita rakyat Epirus tetap hidup.
Biara Tsouka
Dekat desa Elliniko terdapat sebuah biara Ortodoks Yunani yang sangat bersejarah, yaitu Biara Tsouka atau Tsouka Monastery. Biara ini didedikasikan untuk Kelahiran Bunda Maria, dan hingga hari ini tetap menjadi salah satu tempat ziarah terpenting di wilayah Epirus.
Biara Tsouka pertama kali dibangun pada tahun 1190, namun sempat dihancurkan pada tahun 1736. Setelah itu, biara dibangun kembali pada tahun 1779, dan bentuknya yang sekarang sebagian besar berasal dari renovasi tersebut. Meski sudah berusia berabad-abad, suasana spiritual dan ketenangan di biara ini masih sangat terasa.
Lokasi biara berdiri di atas tebing curam yang menghadap langsung ke Ngarai Arachthos. Dari halaman biara, kamu bisa menikmati pemandangan sungai dan lembah yang luar biasa indah. Banyak pelancong datang bukan hanya untuk melihat bangunannya, tetapi juga untuk menikmati panorama alam yang menakjubkan dari ketinggian.
Biara Tsouka adalah perpaduan sempurna antara sejarah, spiritualitas, dan keindahan alam Epirus. Tahun 2026, tempat ini tetap menjadi salah satu destinasi yang paling direkomendasikan untuk dikunjungi.
Meteora
Kalau kamu ingin membaca pengalaman lengkapku saat mengunjungi Meteora, kamu bisa lihat tulisanku di sini: Meteora Yunani
Di Kotamadya Meteora terdapat sebuah kompleks berisi biara-biara kuno yang berdiri di atas pilar-pilar batu raksasa. Biara-biara ini memiliki peran penting dalam sejarah Yunani dan Gereja Ortodoks Timur, dan kini telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena nilai spiritual, arsitektur, dan keindahan alamnya yang luar biasa.
Pada abad ke‑16, jumlah biara di Meteora mencapai puncaknya. Banyak biara dibangun untuk menampung para biksu dan biarawati yang ingin hidup dalam kesunyian, jauh dari keramaian dunia, sambil tetap mengikuti ajaran Gereja Ortodoks Timur. Lokasi biara yang berada di puncak batu-batu tinggi bukan hanya simbol spiritual, tetapi juga berfungsi sebagai perlindungan dari serangan pada masa-masa sulit.
Hingga kini, beberapa biara masih aktif dan dapat dikunjungi. Pemandangan Meteora—biara-biara yang seolah melayang di atas langit—tetap menjadi salah satu panorama paling ikonik di seluruh Yunani.
Kastil Ioannina
Di kota tua Ioannina terdapat sebuah benteng bersejarah yang menjadi ikon kota ini, yaitu Kastil Ioannina. Benteng ini merupakan salah satu benteng tertua di Yunani yang masih berdiri kokoh hingga sekarang, dan menjadi pusat kehidupan kota sejak masa Byzantine.
Saat kamu memasuki gerbang besar kastil, kamu akan langsung melihat lambang Ali Pasha, seorang penguasa terkenal pada periode Ottoman di wilayah Epirus pada akhir abad ke‑18. Jejak kekuasaannya masih terasa kuat di dalam kompleks kastil, terutama pada bangunan-bangunan yang ia renovasi dan perluas.
Di dalam Kastil Ioannina terdapat beberapa bangunan penting yang mencerminkan keberagaman budaya kota ini. Ada Museum Perak Ioannina, yang menampilkan karya-karya perak khas Epirus—wilayah yang memang terkenal dengan pengrajin peraknya sejak berabad-abad lalu.
Selain itu, di dalam kompleks kastil juga terdapat Masjid Aslan Pasha, tempat beribadah umat Muslim pada masa Ottoman; Sinagoge Yahudi, yang menjadi saksi sejarah komunitas Yahudi Ioannina; serta gereja-gereja kecil yang digunakan umat Kristen Ortodoks.
Semua bangunan ini berdiri berdampingan, menunjukkan betapa beragamnya budaya dan agama yang pernah hidup berdampingan di kota Ioannina. Tahun 2026, Kastil Ioannina tetap menjadi salah satu destinasi paling menarik di Epirus—bukan hanya karena sejarahnya, tetapi juga karena suasana tenang dan pemandangan Danau Pamvotida yang indah dari balik tembok kastil.
13 Arung Jeram Sungai Arachthos
Arung jeram di Sungai Arachthos adalah salah satu pengalaman paling seru yang bisa kamu lakukan di wilayah Epirus. Sungai ini dikenal sebagai salah satu sungai terbaik di Yunani untuk kegiatan rafting, karena alirannya stabil, pemandangannya spektakuler, dan jalurnya cocok untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Arachthos sering disebut sebagai titik awal ideal untuk arung jeram, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan petualangan alam tanpa harus menghadapi jalur ekstrem. Saat menyusuri sungai, kamu akan melewati tebing-tebing tinggi, hutan hijau, dan lembah yang masih sangat alami. Suasananya benar-benar membuat kamu merasa seperti berada di dunia lain.
Salah satu momen paling menarik selama rafting adalah ketika kamu melewati Jembatan Politsa. Jembatan batu ini dibangun oleh seorang tukang batu terkenal dari Tzoumerka, dan sampai sekarang masih berdiri kokoh sebagai bukti keahlian para pengrajin lokal. Melihat jembatan tua ini dari atas perahu, dengan latar tebing dan pepohonan, rasanya seperti kembali ke masa lalu.
Tahun 2026, arung jeram di Sungai Arachthos masih menjadi aktivitas unggulan Epirus. Banyak operator lokal yang menyediakan paket rafting aman dan profesional, sehingga kamu bisa menikmati petualangan ini tanpa khawatir.
Hotel Rekomendasi di Tzoumerka
Orizontes Tzoumerkon *****
Princess Lanassa *****
Casa Calda Guesthouse
Rodami Traditional Guesthouse
Cuaca di Yunani
Musim panas kering, musim dingin sejuk. Air terjun Katarraktis hanya mengalir Oktober–Juni.
Tips Wisata Epirus
Gunakan sepatu hiking
Bawa jaket tipis
Sinyal internet tidak selalu stabil
Sewa mobil lebih fleksibel
Baca Juga: Kalau kamu ingin melanjutkan perjalanan ke pulau-pulau Yunani, aku juga punya panduan lengkap tentang Santorini: Liburan Santorini Yunani
FAQ (Update 2026)
Apakah aman ke Tzoumerka? Aman dan ramah wisatawan.
Apakah cocok untuk Muslim traveler? Sangat cocok. Banyak restoran menyediakan menu vegetarian.
Dari Belanda, Yang Mau Lanjut Ke Ioannina
Kalau kamu sedang berada di Belanda dan ingin melanjutkan perjalanan ke Yunani utara, Ioannina adalah pintu gerbang terbaik untuk menjelajahi Epirus. Dari desa batu Syrrako hingga biara tebing Kipina, dari air terjun Katarraktis hingga rafting di Sungai Arachthos—wilayah ini menawarkan pengalaman yang tidak akan kamu temukan di tempat lain.
Kalau kamu butuh bantuan rute, rekomendasi, atau ingin aku dampingi sebagai tour leader dari Belanda, tinggal bilang saja. Epirus selalu punya cerita baru untuk dijelajahi.
Baca Juga: Kalau kamu butuh inspirasi rencana perjalanan 5–10 hari di Yunani, kamu bisa lihat contoh itinerary lengkapku di sini:Itinerary Panjang 5–10 Hari
Media Sosial
YouTube
Hai👋 aku Elly, Penulis di balik blog ini. Berbekal 20 tahun lebih hidup di Belanda, aku adalah Tour Leader Belanda yang paham betul seluk-beluk hingga blusukan di Negeri Kincir Angin. Aku siap membantumu menikmati perjalanan autentik tanpa drama. Selain menulis, aku aktif sebagai tour leader di Belanda. Yuk, kenalan lebih jauh di halaman Tentang Elly Afriani atau tanya-tanya seputar rencana liburanmu di Negeri Kincir Angin.
Halo, senang bisa (gak sengaja) menemukan blog ini dan tulisan2 menarik di dalamnya 🙂 very nicely-written indeed, apart from those gorg pics. Salam kenal dari follower baru!
✍️ Sudah 20 tahun saya menetap di Belanda dan sejak 2012 mulai menulis di ellyafriani.blog sebagai Dutch Specialist. Di sini, saya berbagi cerita seru keseharian di Belanda, panduan jalan-jalan halal, dan catatan LIFE & HALAL TRAVEL DIARIES saya menjelajahi dunia.
Leave a Reply