CATATAN HIDUP & PERJALANAN DI BELANDA

Pengalaman hidup sebagai expat, tips sehari-hari, serta panduan wisata halal di Belanda dan sekitarnya

Liburan ke Santorini Yunani mengunjungi Oia, Fira, Pyrgos, Red Beach, dan berbagai destinasi wisata terkenal di Kepulauan Cyclades.

Mengunjungi 10 Tempat Wisata dalam 6 Hari, dari Athena hingga Santorini

Posted by

·

,

Banyak orang mengenal Santorini sebagai pulau dengan rumah-rumah putih, gereja berkubah biru, dan pemandangan laut yang sering menghiasi kartu pos maupun media sosial. Namun bagi aku, perjalanan ke Santorini bukan sekadar mengunjungi salah satu destinasi paling terkenal di Yunani, melainkan mewujudkan impian yang sudah lama tersimpan.

Berangkat dari Belanda, tempat aku tinggal sekaligus titik awal perjalanan aku menuju berbagai destinasi di seluruh dunia, aku akhirnya berkesempatan mengunjungi Santorini, salah satu pulau paling terkenal di Yunani. Dari jalan-jalan sempit di Oia hingga panorama Laut Aegea yang memukau, Santorini memberikan pengalaman yang masih aku kenang hingga hari ini.

Dalam artikel ini aku akan berbagi pengalaman liburan ke Santorini Yunani, mulai dari perjalanan dari Amsterdam, suasana desa Oia, pemandangan khas Santorini, hingga tips bagi wisatawan yang ingin mengunjungi pulau paling ikonik di Yunani ini.

Impian Mengunjungi Santorini yang Akhirnya Terwujud

Berawal dari Sebuah Kepercayaan

Ada satu kalimat yang sampai sekarang masih saya ingat: “Berawal dari sebuah kepercayaan.”

Dalam perjalanan ini, saya berkesempatan mengunjungi Santorini bersama Almodistur, yang membantu mengatur rangkaian perjalanan selama berada di Yunani. Dari sinilah impian lama aku untuk melihat langsung keindahan Santorini akhirnya terwujud.

Destinasi Wisata di Athena dan Santorini

Perjalanan saya di Yunani tidak langsung dimulai dari Santorini. Sebelum menuju pulau yang terkenal dengan bangunan putih dan kubah birunya itu, saya terlebih dahulu menghabiskan waktu di Athena, ibu kota Yunani yang kaya akan sejarah dan peninggalan peradaban kuno. Selama enam hari perjalanan, saya mengunjungi berbagai destinasi menarik mulai dari Athena hingga Santorini.

Hari Pertama di Athena

Setibanya di Bandara Internasional Athena, saya langsung menuju penginapan yang berada tidak jauh dari pusat kota. Karena tiba pada malam hari, saya memilih beristirahat lebih awal agar tetap fit untuk menjelajahi Athena keesokan harinya.

Pagi harinya, perjalanan pun dimulai. Sebagai ibu kota Yunani, Athena menawarkan perpaduan antara kehidupan modern dan warisan sejarah yang telah bertahan selama ribuan tahun. Banyak tempat bersejarah yang bisa dijangkau dari pusat kota, sehingga cocok dijelajahi dengan berjalan kaki.

Kuil Parthenon dan Akropolis

Salah satu tempat yang paling ingin saya kunjungi adalah Parthenon, kuil kuno yang berdiri megah di kawasan Akropolis. Bagi banyak wisatawan, Parthenon merupakan simbol peradaban Yunani Kuno dan menjadi salah satu landmark paling terkenal di negara ini.

Kuil ini dibangun untuk menghormati Dewi Athena dan berada di atas bukit Akropolis yang menghadap kota Athena. Dari area ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan kota dari ketinggian sekaligus melihat berbagai peninggalan sejarah yang masih terawat hingga sekarang.

Bagi pecinta sejarah dan mitologi Yunani, kawasan Akropolis menjadi tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi. Di berbagai sudut area tersedia papan informasi yang menjelaskan sejarah bangunan dan perannya dalam peradaban Yunani kuno.

Album Foto Parthenon di Athena
Selama mengunjungi kawasan Akropolis dan Parthenon di Athena, saya sempat mengabadikan beberapa momen yang masih saya simpan hingga sekarang. Jika ingin melihat suasana dan pemandangan kawasan ini lebih lengkap, silakan kunjungi album foto perjalanan saya di Google Photos.

Tips Membeli Tiket Akropolis

Bagi wisatawan yang tidak ingin menghabiskan waktu mengantre panjang, saya sarankan membeli tiket Akropolis secara online sebelum berkunjung. Terutama saat musim liburan, antrean masuk bisa cukup panjang.

Hadrian Library, Jejak Sejarah di Pusat Kota Athena

Setelah selesai mengunjungi kawasan Akropolis, kamipun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Hadrian Library yang letaknya masih berada di pusat kota Athena. Jaraknya tidak terlalu jauh, sehingga cukup mudah dijangkau sambil menikmati suasana kota tua Athena.

Menurut para arkeolog, kompleks perpustakaan ini dibangun oleh Kaisar Hadrian pada abad ke-2 Masehi. Dahulu bangunan megah yang terbuat dari marmer ini berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan penyimpanan berbagai naskah penting pada masanya.

Saat aku berkunjung, aku tidak masuk ke area dalam situs. Aku hanya menikmati pemandangan reruntuhan kuno dari luar sambil mengabadikan beberapa foto. Meski hanya melihat dari kejauhan, sisa-sisa bangunan bersejarah ini tetap memberikan gambaran tentang kejayaan Athena pada masa lampau.

Karena lokasinya masih berada di kawasan wisata utama Athena dan dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Akropolis, menurut aku Hadrian Library layak untuk disinggahi saat menjelajahi kota ini.

Album Foto Hadrian Library
Aku juga sempat mengabadikan beberapa foto saat mengunjungi Hadrian Library di Athena. Jika ingin melihat suasana dan detail reruntuhan bangunan bersejarah ini, silakan kunjungi album foto perjalanan saya di Google Photos.

Theater of Dionysos, Teater Tertua di Athena

Setelah mengunjungi beberapa situs bersejarah di sekitar Akropolis, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Theater of Dionysos yang berada di kaki Bukit Akropolis. Lokasinya masih berada dalam kawasan bersejarah Athena dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Theater of Dionysos dikenal sebagai salah satu teater tertua di dunia dan memiliki peran penting dalam perkembangan seni pertunjukan Yunani Kuno. Pada masanya, teater ini digunakan untuk berbagai pertunjukan drama, musik, dan festival yang diselenggarakan untuk menghormati Dionysos, dewa anggur dan seni dalam mitologi Yunani.

Meskipun kini yang tersisa hanyalah sebagian struktur dan bangku-bangku batu, tempat ini tetap menjadi salah satu situs bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Saat berdiri di area teater, aku membayangkan bagaimana ribuan penonton dahulu menyaksikan pertunjukan di tempat yang sama lebih dari dua ribu tahun lalu.

Bagi pecinta sejarah dan arkeologi, Theater of Dionysos menjadi salah satu tempat yang layak disinggahi saat menjelajahi Athena, terutama karena lokasinya berada di kawasan Akropolis yang menjadi pusat sejarah kota ini.

Album Foto Theater of Dionysos
Selama berada di kawasan Akropolis, aku juga sempat mengabadikan beberapa foto Theater of Dionysos. Jika ingin melihat suasana dan peninggalan bersejarah yang masih tersisa hingga sekarang, silakan kunjungi album foto perjalanan saya di Google Photos.

Acropolis Museum, Menyimpan Harta Karun Peradaban Yunani

Bagi pecinta sejarah dan museum, Acropolis Museum menjadi salah satu tempat yang sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke Athena. Museum modern ini menyimpan berbagai artefak penting yang ditemukan di kawasan Akropolis, mulai dari patung, relief, hingga benda-benda peninggalan Yunani Kuno yang berhasil dilestarikan hingga saat ini.

Museum Acropolis yang sekarang dibuka untuk umum pada tahun 2009 dan dirancang untuk melindungi sekaligus memamerkan berbagai temuan arkeologi dari kawasan Akropolis. Kehadiran museum ini membantu menjaga koleksi bersejarah yang sebelumnya tersebar di berbagai lokasi dan rentan terhadap kerusakan akibat waktu maupun aktivitas manusia.

Saat berkunjung ke Athena, aku menyadari bahwa mengunjungi Akropolis dan Parthenon saja belum cukup. Banyak cerita tentang peradaban Yunani Kuno yang justru dapat dipahami lebih lengkap melalui koleksi yang dipamerkan di museum ini.

Bagi wisatawan yang menyukai sejarah, arkeologi, dan kebudayaan Yunani, Acropolis Museum merupakan tempat yang sangat menarik untuk menambah wawasan sebelum atau sesudah menjelajahi kawasan Akropolis.

Album Foto Acropolis Museum
Selama berada di Athena, aku juga sempat mengabadikan beberapa momen saat mengunjungi Acropolis Museum. Jika ingin melihat suasana museum dan koleksi yang aku temui selama perjalanan, silakan kunjungi album foto perjalanan saya di Google Photos.

Tips Membeli Tiket Acropolis Museum

Saat musim liburan, antrean masuk ke Acropolis Museum bisa cukup panjang. Jika ingin menghemat waktu, kamu bisa mempertimbangkan membeli tiket secara online sebelum berkunjung.

Hari Kedua hingga Keenam: Menjelajahi Santorini

Setelah menghabiskan waktu di Athena dan mengunjungi berbagai situs bersejarah peninggalan Yunani Kuno, perjalanan kami berlanjut ke destinasi yang sejak lama menjadi impian: Santorini.

Jujur saja, inilah bagian perjalanan yang paling saya tunggu-tunggu. Selama bertahun-tahun saya melihat foto-foto rumah putih dengan kubah biru khas Santorini di majalah perjalanan, media sosial, hingga brosur wisata. Kini aku akhirnya bisa melihatnya langsung dengan mata kepala sendiri.

Thira (Fira), Jantung Pulau Santorini

Setelah beberapa hari menjelajahi Athena, perjalanan saya berlanjut menuju Santorini, pulau yang sejak lama menjadi destinasi impian saya di Yunani.

Dari Athena, kami terbang menuju Santorini dengan waktu penerbangan sekitar 50 menit. Seluruh perjalanan saat itu telah diatur oleh Almodistur, penyelenggara tur lokal yang dikelola oleh orang Indonesia yang menetap di Yunani.

Setibanya di Santorini, kami langsung memulai perjalanan menjelajahi berbagai sudut pulau yang terkenal dengan keindahan alam dan arsitekturnya. Salah satu kawasan yang pertama saya kunjungi adalah Thira atau Fira, ibu kota Santorini yang berada di atas tebing kaldera dengan pemandangan Laut Aegea yang memukau.

Siapa yang tidak mengenal Santorini? Pulau ini terkenal dengan deretan rumah bercat putih, gereja berkubah biru, serta jalan-jalan kecil yang menghadap ke laut. Pemandangan inilah yang selama bertahun-tahun hanya saya lihat melalui foto dan kartu pos. Melihatnya secara langsung tentu menjadi pengalaman yang sangat berkesan.

Bagi aku, inilah salah satu momen yang membuat perjalanan ke Yunani terasa istimewa. Setelah sekian lama hanya menjadi impian, akhirnya saya bisa berdiri langsung di salah satu pulau paling terkenal di dunia.

Album Foto Thira (Fira), Santorini
Aku juga sempat mengabadikan berbagai momen selama menjelajahi Thira, ibu kota Santorini. Jika ingin melihat suasana kota, pemandangan kaldera, dan keindahan khas Santorini yang saya temui selama perjalanan, silakan kunjungi album foto perjalanan saya di Google Photos.

Firostefani, Desa Kecil dengan Pemandangan Santorini yang Memukau

Dari Fira, saya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Firostefani. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya beberapa menit berjalan santai dari pusat kota. Karena itulah aku selalu menyarankan untuk menikmati Santorini dengan berjalan kaki jika memungkinkan. Banyak sudut menarik yang justru ditemukan di antara lorong-lorong kecil yang menghubungkan satu desa dengan desa lainnya.

Firostefani adalah salah satu desa kecil yang menurut aku memiliki suasana yang tenang dan menawan. Dari sini, pemandangan kaldera Santorini terlihat sangat indah, dengan deretan bangunan putih yang berdiri di atas tebing menghadap Laut Aegea.

Aku masih ingat bagaimana rasanya berjalan menyusuri jalan-jalan sempit di desa ini sambil menikmati panorama laut yang membentang luas. Santorini memang memiliki daya tarik yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Rasanya saya tidak ingin melewatkan satu pun momen selama berada di pulau ini.

Selain menikmati pemandangan, aku juga menyempatkan diri melihat-lihat toko-toko lokal yang menjual berbagai kerajinan dan suvenir khas Yunani. Salah satu kebiasaan aku saat traveling adalah membawa pulang suvenir lokal sebagai kenang-kenangan dari negara yang saya kunjungi. Kali ini aku memilih membeli sebuah tas bertema Santorini yang hingga sekarang masih mengingatkan aku pada perjalanan tersebut.

Suvenir Favorit dari Santorini

Jika suka mengoleksi suvenir atau perlengkapan traveling, jangan lupa menyempatkan diri melihat toko-toko lokal di Santorini. Banyak pilihan tas, aksesori, magnet kulkas, hingga kerajinan tangan khas Yunani yang bisa dijadikan kenang-kenangan atau oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Album Foto Firostefani
Aku juga sempat mengabadikan berbagai sudut cantik di Firostefani selama perjalanan di Santorini. Jika ingin melihat suasana desa, pemandangan kaldera, dan lorong-lorong khas Santorini, silakan kunjungi album foto perjalanan aku di Google Photos.

Akrotiri dan Red Beach, Pantai Merah yang Unik di Santorini

Keesokan harinya, perjalanan kami di Santorini berlanjut ke salah satu pantai paling terkenal di pulau ini, yaitu Red Beach yang berada di kawasan Akrotiri.

Pantai ini berbeda dengan kebanyakan pantai yang pernah aku kunjungi sebelumnya. Sesuai namanya, Red Beach dikenal karena tebing dan pasirnya yang berwarna kemerahan, hasil dari aktivitas vulkanik yang membentuk Santorini ribuan tahun lalu. Perpaduan warna merah bata pada tebing, birunya Laut Aegea, dan langit cerah khas Yunani menciptakan pemandangan yang sangat unik.

Saat berdiri di kawasan pantai ini, aku langsung memahami mengapa Red Beach menjadi salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Santorini. Meski ukurannya tidak terlalu besar, karakter pantainya benar-benar berbeda dibandingkan pantai-pantai lain di Yunani.

Selain menikmati pemandangan, kawasan Akrotiri juga terkenal karena memiliki situs arkeologi kuno yang sering dijuluki sebagai “Pompeii-nya Yunani”. Sayangnya, saat perjalanan ini aku lebih banyak menghabiskan waktu menikmati keindahan Red Beach dan suasana pesisirnya.

Album Foto Red Beach Santorini
Selama berada di Akrotiri, aku sempat mengabadikan beberapa momen di Red Beach yang terkenal dengan tebing vulkanik berwarna merah. Jika ingin melihat suasana pantai dan pemandangan unik yang saya temui selama perjalanan, silakan kunjungi album foto perjalanan saya di Google Photos.

Pyrgos, Desa Tradisional yang Membuat Saya Jatuh Hati

Setelah meninggalkan Red Beach di Akrotiri, kami melanjutkan perjalanan menuju Pyrgos. Perjalanan dengan kendaraan memakan waktu sekitar 30 menit dan membawa kami ke salah satu desa yang paling berkesan selama kunjungan aku ke Santorini.

Dari semua tempat yang aku kunjungi di pulau ini, Pyrgos menjadi salah satu favorit aku. Desa kecil yang berada di bagian tengah Santorini ini masih mempertahankan karakter tradisionalnya dengan sangat baik. Arsitektur khas abad pertengahan, rumah-rumah bercat putih, jalan-jalan sempit yang berliku, serta lorong-lorong batu yang tersembunyi menciptakan suasana yang berbeda dibandingkan kawasan wisata yang lebih ramai.

Aku menikmati berjalan kaki tanpa tujuan tertentu di desa ini. Setiap sudut terasa fotogenik dan menyimpan pesonanya sendiri. Benteng tua, gang-gang kecil, dan pemandangan ke arah Laut Aegea membuat Pyrgos terasa lebih tenang dan autentik.

Bagi aku pribadi, Pyrgos memperlihatkan sisi Santorini yang lebih santai dan jauh dari keramaian. Jika memiliki waktu lebih saat berkunjung ke Santorini, aku sangat menyarankan untuk menyempatkan diri singgah ke desa ini.

Tips Cuaca Saat Liburan ke Santorini

Sebelum berangkat ke Yunani, jangan lupa memeriksa prakiraan cuaca terlebih dahulu, terutama jika berkunjung pada musim panas.

Saat musim panas, suhu di Santorini bisa terasa sangat terik, terutama pada siang hari ketika aktivitas wisata sedang ramai. Gunakan topi, kacamata hitam, tabir surya, dan bawalah air minum yang cukup agar perjalanan tetap nyaman.

Bagi yang kurang menyukai cuaca terlalu panas, musim semi dan awal musim gugur sering dianggap sebagai waktu terbaik untuk menikmati Santorini dengan suhu yang lebih bersahabat.

Album Foto Desa Pyrgos
Aku juga sempat mengabadikan berbagai sudut cantik Desa Pyrgos selama perjalanan di Santorini. Jika ingin melihat suasana desa tradisional, lorong-lorong batu, dan pemandangan khas Santorini yang aku temui selama perjalanan, silakan kunjungi album foto perjalanan aku di Google Photos.

Oia, Menutup Perjalanan dengan Matahari Terbenam yang Ikonik

Dari berbagai desa yang aku kunjungi di Santorini, Oia mungkin adalah yang paling terkenal. Desa yang berada di ujung utara pulau ini dikenal karena panorama matahari terbenamnya yang spektakuler dan menjadi salah satu spot sunset paling terkenal di Yunani.

Menjelang sore, suasana Oia mulai ramai oleh wisatawan yang mencari tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam. Aku memilih duduk santai di sebuah kafe sambil menikmati hidangan lokal dan menyaksikan perlahan-lahan langit berubah warna di atas Laut Aegea.

Momen seperti inilah yang membuat Santorini begitu istimewa. Duduk santai, menikmati pemandangan laut, dan menyaksikan matahari tenggelam di balik tebing-tebing putih menjadi pengalaman yang masih aku ingat hingga sekarang.

Harga Makan di Oia

Satu hal yang cukup aku ingat dari Oia adalah harga makanan dan minumannya yang relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa kawasan lain di Santorini.

Saat itu aku sempat memesan makanan di salah satu restoran dengan pemandangan laut yang indah. Lokasi, suasana, dan panorama yang ditawarkan memang luar biasa, tetapi tentu saja hal tersebut ikut memengaruhi harga yang harus dibayar.

Karena itulah, jika ingin berhemat selama liburan di Santorini, ada baiknya sesekali mencoba restoran lokal yang berada sedikit di luar area wisata utama. Biasanya harga makanan bisa lebih bersahabat tanpa mengurangi kualitas pengalaman kuliner.

Album Foto Desa Oia
Aku juga sempat mengabadikan berbagai momen selama berada di Oia, mulai dari lorong-lorong putih khas Santorini hingga pemandangan matahari terbenam yang terkenal di seluruh dunia.

Bonus: Inspirasi Jalan-Jalan di Belanda

Selain menulis pengalaman perjalanan ke Yunani, aku juga banyak membagikan cerita dan panduan wisata dari Belanda, negara tempat aku tinggal sekaligus titik awal perjalanan aku menjelajahi berbagai destinasi dari Belanda.

Jika berencana berkunjung ke Belanda, jangan lewatkan berbagai artikel wisata yang telah aku tulis, mulai dari kota-kota bersejarah, desa-desa cantik, museum, hingga itinerary perjalanan yang bisa membantu menyusun liburan kamu.

📎 Baca juga kumpulan artikel wisata Belanda di blog ini;

POSTINGAN TERKAIT

Thumbnail Pinterest panduan perjalanan 5 hari ke Tzoumerka dan Ioannina di wilayah Epirus, Yunani Barat Laut.
Thumbnail Pinterest FamTrip Yunani Barat Laut menampilkan Biara Meteora di atas tebing raksasa dengan latar perjalanan dari Belanda.
Pinterest liburan ke Santorini Yunani dengan pemandangan bangunan putih biru khas di tepi laut Aegea.
Thumbnail Pinterest itinerary 3 hari di Roma dengan kunjungan ke 5 tempat wisata ikonik di Kota Abadi, Italia.
Ikon garis kotak Baca Semua Artikel Terkait

13 responses to “Mengunjungi 10 Tempat Wisata dalam 6 Hari, dari Athena hingga Santorini”

  1. […] “Kalau suka suasana kota tua seperti Mdina, coba juga baca pengalaman aku di 10 Tempat Wisata dalam 6 Hari, dari Athena lanjut Santorini | ellyafriani.blog  […]

  2. […] sudah dikenal sebagai kota penting di Belanda bagian selatan. Bahkan, kota ini pernah dihuni oleh bangsa Romawi sekitar abad ke-11. Itulah mengapa banyak gedung tua di Maastricht masih menampilkan nuansa Romawi […]

  3. […] abad ke-17 di Eropa. Taman ini dirancang dengan pola simetris yang sangat rapi, patung-patung dewa-dewi Yunani, dan air mancur yang indah. Pemandangan dari atap istana menawarkan panorama taman yang spektakuler. […]

  4. […] dan desa di Belanda dengan sudut pandang baru: bukan hanya sebagai traveler, tapi sebagai kurator pengalaman wisata. Kami diajak melihat langsung bagaimana Belanda mengemas sejarah, budaya, dan alam menjadi paket […]

  5. […] mendengar nama Yunani, yang muncul di benak banyak orang biasanya adalah Santorini, Athens, dan pulau-pulau cantik di Laut Aegea. Tapi dalam perjalanan saya ke Yunani tahun itu, saya […]

  6. […] berjalan sendiri menuju boarding gate, membawa koper kecil dan semangat besar. Dari Amsterdam, aku terbang langsung ke Istanbul dengan durasi sekitar 3,5 […]

  7. […] 10 Tempat Wisata dalam 6 Hari, dari Athena lanjut Santorini | Indohollandtours.blog […]

  8. […] 10 Tempat Wisata dalam 6 Hari, dari Athena lanjut Santorini | Indohollandtours.blog […]

  9. […] 10 Tempat Wisata dalam 6 Hari, dari Athena lanjut Santorini | Indohollandtours.blog […]

  10. […] 10 Tempat Wisata dalam 6 Hari, dari Athena lanjut Santorini | Indohollandtours.blog […]

  11. […] 10 Tempat Wisata dalam 6 Hari, dari Athena lanjut Santorini | Indohollandtours.blog […]

  12. menujujalansetapak Avatar

    Keren sekali informasinya. Saya sudah like+follow. Saya minta bantuannya untuk like tulisan saya yang ada di link berikut. Terima kasih dan salam hangat. https://blogdestinasi.wordpress.com/2021/08/18/bukit-cumbri-sensasi-berada-di-atas-awan-yang-memisahkan-dua-provinsi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Elly Avatar

About the author