
ELLY AFRIANI
Halo, saya Elly Afriani, seorang pemandu wisata asal Indonesia yang telah tinggal di Belanda selama lebih dari 19 tahun. Melalui pengalaman ini, saya memahami langsung kehidupan sehari-hari, budaya lokal, serta cara terbaik menjelajahi Belanda dari sudut pandang orang Indonesia.
Sejak tahun 2012, saya menulis di ellyafriani.blog untuk berbagi pengalaman perjalanan sebagai orang Indonesia yang tinggal di Belanda. Dari pengalaman sebagai tour guide hingga menjelajahi lebih dari 28 negara, saya membagikan cerita, tips, dan panduan wisata yang praktis dan berdasarkan pengalaman nyata.
TENTANG ELLY
LIHAT PERJALANANKU
SIMPAN DI PINTEREST

BAGIKAN KE TEMANMU
Banyak orang bermimpi menginap di kastil di Eropa. Tapi bagaimana rasanya benar-benar tidur di dalam kastil di Belanda?
Di artikel ini, aku akan berbagi pengalaman menginap di Kasteel Bethlehem Belanda—mulai dari cerita undangan, suasana kamar, hingga tips berkunjung untuk wisatawan Indonesia.
Daftar Isi
Undangan Tak Terduga ke Kastil di Belanda
Jadi ceritanya, ini adalah momen ulang tahun aku yang ke-50. Di Belanda, usia 50 tahun sering disebut sebagai “Sarah”—sebuah momen spesial yang biasanya dirayakan dengan cara istimewa.
Aku benar-benar tidak menyangka ketika mertua memberikan voucher menginap di kastil sebagai hadiah ulang tahun. Bukan hanya aku, ternyata hadiah ini juga diberikan kepada anggota keluarga lainnya.
Kebetulan, adik ipar aku bekerja di tempat ini. Dari sinilah aku mendapat kesempatan untuk ikut tur kecil, melihat berbagai tipe kamar, dan mengenal lebih dekat tempat yang menurut aku sangat unik ini.

Kalau kamu penasaran seperti apa kehidupan di sini, mungkin kamu juga tertarik membaca tentang kehidupan sehari-hari di Belanda.
Mengenal Kasteel Bethlehem
Kasteel Bethlehem terletak di kota Maastricht, di provinsi Limburg yang terkenal dengan lanskapnya yang berbeda dari kebanyakan wilayah Belanda.

Hal pertama yang membuat aku tertegun bukan hanya bangunan kastilnya, tetapi konsep unik di dalam kompleks ini. Di area kastil terdapat TeachingHotel—sebuah hotel sekaligus sekolah perhotelan, di mana para mahasiswa langsung belajar melalui praktik nyata.

Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga:
- bekerja langsung di hotel
- melayani tamu di restoran
- mengelola operasional secara nyata
Melihat para mahasiswa dengan seragam rapi dan profesional, aku benar-benar kagum. Jujur, ini pertama kalinya aku melihat konsep sekolah dan hotel menyatu dalam satu area seperti ini.
Kalau di Indonesia, mungkin kita mengenal sekolah perhotelan, tetapi jarang yang memiliki hotel langsung sebagai tempat praktik. Ini pengalamanku pribadi ya, entah kalau sekarang di Indonesia sudah punya konsep seperti ini. Namun, inilah yang membuat aku sempat berpikir, “Andai konsep seperti ini bisa diterapkan di Indonesia…” 😊
Bangunan kastil ini sendiri merupakan bangunan bersejarah yang telah direnovasi tanpa menghilangkan karakter aslinya, sehingga tetap terasa klasik namun fungsional.
Menariknya lagi, kota Maastricht dikenal sebagai kota pelajar sekaligus kota internasional di Belanda. Banyak mahasiswa dari berbagai negara datang ke sini untuk belajar.
Jadi, buat kamu orang Indonesia yang ingin kuliah di Belanda—tidak harus selalu jurusan hukum atau teknik—bidang hospitality seperti ini juga bisa jadi pilihan yang menarik. Kamu bahkan bisa datang, menginap, dan merasakan langsung suasananya.
Seperti Apa Menginap di Kastil?
Kamar kami cukup luas dan termasuk kategori standar. Saat high season, harga kamar di sini bisa sekitar €110 per malam. Menurut aku, untuk ukuran kamar yang nyaman, fasilitas lengkap, dan lokasi yang tidak jauh dari pusat kota Maastricht, harga ini masih tergolong terjangkau.
Pengalaman menginap di kastil ini benar-benar berbeda.
Saat pertama masuk kamar, aku langsung merasa:
- klasik
- tenang
- tapi tetap modern
Tempat tidurnya nyaman sekali—jujur aku tidur sangat nyenyak malam itu.
Yang paling aku suka adalah area sekitar jendela dan bathtub. Dari dalam kamar, aku bisa melihat taman hijau di luar. Bayangkan berendam sambil membaca buku dengan pemandangan taman… rasanya damai sekali.
Rak buku di dekat bathtub juga memberi nuansa seperti rumah klasik Eropa—sedikit mengingatkan aku pada gaya bangunan Inggris.
Pagi harinya, kami menikmati sarapan dengan pilihan yang cukup beragam. Setelah itu, aku dan suami berjalan-jalan di taman sekitar kastil yang luas dan asri.
Interaksi dengan Mahasiswa & Staff
Aku sempat berbincang dengan staf di sana, yang ternyata adalah para mahasiswa. Melihat mereka mengingatkan aku pada masa setelah lulus SMA—masih muda, penuh energi, dan antusias belajar.
Mereka sangat ramah, terutama saat menjelaskan menu makan malam. Menunya modern dengan sentuhan internasional, terasa lezat, dan disajikan dengan penuh perhatian.
Salah satu mahasiswi yang aku ajak bicara terlihat masih muda, cantik, dan ramah. Ia bercerita bahwa orang tuanya tinggal di kota Utrecht, sekitar dua jam perjalanan dengan kereta dari Maastricht. Sementara itu, ia sendiri tinggal di kos dekat kampus agar lebih mudah mengikuti kegiatan belajar dan praktik di hotel.
Terlihat jelas bagaimana mereka belajar secara langsung, meskipun kadang masih sedikit grogi karena didampingi oleh guru mereka. Justru di situlah letak keunikan dan kehangatan pengalaman ini.
Sebelum dan setelah makan malam, kami juga diminta mengisi feedback melalui QR-code yang tersedia di meja makan. Menurut aku ini menarik, karena menunjukkan bagaimana para mahasiswa dilatih secara profesional—tidak hanya dalam pelayanan, tetapi juga dalam evaluasi pengalaman tamu.
Sarapan Pagi di Kastil
Setelah tidur nyenyak dan bangun dengan segar, kami turun ke restoran untuk sarapan. Menu yang disajikan cukup beragam dengan gaya Western, seperti yoghurt, berbagai olahan telur, hingga salad segar.
Suasana pagi yang tenang ditambah sarapan yang lengkap membuat pengalaman menginap di kastil ini terasa semakin menyenangkan.

Sebelum check-out dan meninggalkan hotel, aku juga membawa dua suvenir yang cukup unik.
Yang pertama adalah Sparkling Tea, minuman asal Norwegia yang memiliki sensasi seperti champagne, tetapi berbahan dasar green tea dan tentunya 0% alkohol.
Suvenir kedua adalah sweater bertuliskan Maastricht University seharga sekitar €35. Ini kamu bisa beli di resepsionis hotel, mereka ada ukuran mulai dari S-XL tapi cuma ada satu warna, yaitu warna biru gelap seperti foto di bawah.

Menurut aku ini menarik, terutama bagi kamu yang ingin survei kuliah di Belanda—khususnya di bidang perhotelan—bisa sekaligus membawa pulang kenang-kenangan yang berbeda.
Kombinasi Trip di Limburg yang Wajib Dicoba
Provinsi Limburg punya karakter yang berbeda dari Belanda pada umumnya.
Kalau biasanya Belanda identik dengan datar, di Limburg kamu akan menemukan:
- perbukitan
- jalan naik turun
- panorama yang lebih “hidup”
Ini juga mirip dengan beberapa area di wilayah timur Belanda.
Kalau kamu suka aktivitas santai seperti bersepeda, kamu bisa baca juga Pengalaman bersepeda di Belanda
Fasilitas di Kastil
Karena ini bangunan bersejarah:
- tidak ada lift
- masih mempertahankan struktur asli
Jadi perlu naik tangga.
Tapi justru ini yang membuat pengalaman menginap terasa lebih autentik.
Tips Berkunjung ke Kastil di Belanda
Beberapa tips dari saya:
- Pilih waktu yang tenang
- Datang saat weekday agar suasana lebih sepi.
- Cek akses transportasi
- Gunakan transportasi umum atau mobil pribadi.
- Kombinasikan dengan itinerary
- Jangan hanya ke kastil—explore juga kota sekitarnya.
- Booking lebih awal.
Karena tempat ini tidak terlalu besar.
Worth It Nggak Menginap di Kastil Ini?
Banyak orang bertanya, apakah pengalaman seperti ini worth it?
Menurut saya: YES, tapi tergantung tujuan kamu.
Kalau kamu:
• suka pengalaman unik
• ingin suasana tenang
• ingin sesuatu yang berbeda
→ Maka ini sangat worth it.
FAQ Nginap di Kasteel Bethlehem
Apakah Kasteel Bethlehem bisa dikunjungi tanpa menginap?
Ya, kamu bisa datang ke restoran atau area sekitarnya.
Di mana lokasi Kasteel Bethlehem?
Di Maastricht, provinsi Limburg, Belanda.
Apakah cocok untuk wisatawan Indonesia?
Sangat cocok, terutama yang mencari pengalaman unik.
Tips untuk Muslimah Indonesia
- Pilih makanan vegetarian jika ragu halal
- Bawa makanan ringan sendiri
- Cari restoran halal di kota terdekat
Tips untuk Wisatawan
- Gabungkan dengan trip ke Maastricht
- Gunakan transportasi umum, bacaan ini mungkin bermanfaat
Cara Naik Transportasi Umum Belanda dengan Kartu OV - Siapkan itinerary sederhana
Disclaimer: Perjalanan saya di Limburg terwujud melalui undangan keluarga yang bekerja sama dengan TeachingHotel. Semua yang ditulis merupakan pengalaman dan opini pribadi.
APAKAH ARTIKEL INI BERMANFAAT?
Kalau iya, kamu bisa dukung blog ini dengan
traktir aku kopi ☕
Dukungan kecil dari kamu membantu aku terus berbagi cerita, tips, dan pengalaman hidup di Belanda.

TERTARIK BEKERJASAMA?
Saya terbuka untuk kolaborasi di bidang travel dan pariwisata, seperti hotel dan brand terkait.
Dan juga pernah menerima undangan FamTrip serta menghadiri berbagai event pariwisata di Belanda.
Lihat peluang kerja sama di sini: Kerjasama & Kolaborasi

MAU TAHU LIBIH BANYAK TENTANG LIMBURG?
Temukan cerita perjalanan, tips wisata, dan pengalaman saya menjelajahi salah satu wilayah paling unik di Belanda ini.
Lihat semua artikel tentang Limburg

ARTIKEL TERKAIT















Leave a Reply